SuaraJawaTengah.id - Kasus COVID-19 beberapa pekan terakhit terus menunjukan tren yang baik. Masyarakat yang tertular terus mengalami penurunan.
Namun, para pakar menyebut hal itu jangan sebagai alasan untuk mengendorkan Protokol Kesehatan. Melainkan tetap menjaga prokes COVID-19 dan menyesuaikan dengan kenormalan baru.
Salah satunya mengenakan masker ganda masih menjadi rekomendasi dalam pencegahan penularan COVID-19 meskipun kasus semakin terkendali.
Hal itu diungkapkan oleh Epidemiolog dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin.
Kemudian terkait hadirnya varian Delta yang dikategorikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai variant of concern. Varian ini diketahui sangat menular, menyebar dengan cepat dan membuat vaksin COVID-19 serta pengobatan antibodi monoklonal jadi kurang efektif untuk melawannya.
"Untuk varian yang ada sekarang 100 persen varian Delta, sebaiknya bermasker ganda. Meski kecenderungan menunjukkan kasus semakin terkendali dengan posititivity rate (rasio positif) sekira 5 persen," kata Ridwan dikutip dari ANTARA, Senin (13/9/2021).
Ridwan juga menyarankan mereka yang sudah divaksin lengkap tetap mengenakan masker ganda, terutama saat berada di ruangan tertutup dengan potensi penularan tinggi.
"Bila berada di ruang tertutup dengan potensi penularan tinggi meski tetap dobel masker meski (sudah mendapatkan) vaksin lengkap," ujar Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) itu.
Sementara pada area terbuka atau luar ruang, orang-orang termasuk yang sudah disuntik vaksin tetap disarankan mengenakan masker meskipun hanya masker bedah.
Baca Juga: Singgung Liburan Balas Dendam, Denny Darko Ramalkan Kasus Covid-19 Bakal Melonjak
Menurut Ridwan, saat ini orang-orang-orang perlu mengambil sikap lebih hati-hati termasuk dalam hal mengenakan masker meskipun kasus sudah terkendali. Mereka juga disarankan menerapkan protokol kesehatan lainnya yakni mencuci tangan rutin, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas secara konsisten.
Sementara di sisi lain, pemerintah juga perlu tetap konsisten menjaga program 3T (testing, tracing, treatment atau tes, telusur, terapi) dan meningkatkan cakupan vaksinasi.
Laman covid19.go.id pada 12 September 2021 mencatat sebanyak 72.766.195 orang sudah mendapatkan vaksinasi pertama dan 41.734.734 orang untuk vaksinasi kedua dari target sasaran vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720 orang.
Pentingnya masker
Masker khususnya masker bedah terbukti melindungi pemakainya dan orang-orang di sekitar. Pakar perawatan paru di Cleveland Clinic, Joseph Khabbaza, M.D., seperti dikutip dari Prevention mengatakan, masker membuat tetesan pernapasan yang bisa mengandung virus keluar dari hidung atau mulut seseorang keluar dan masuk ke hidung, mulut, atau mata penerima menjadi lebih sulit.
Studi melibatkan warga Bangladesh pada Januari 2021 memperlihatkan benda ini mengurangi penyebaran COVID-19 asalkan orang-orang tetap patuh pada protokol kesehatan lain termasuk menjaga jarak sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga