SuaraJawaTengah.id - Untuk menekan pergerakan para teroris, Indonesia memiliki Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Namun kekinian BNPT diminta dibubarkan oleh para eks napi teroris (Napiter).
Menyadur dari Solopos.com, pernyataan sikap tersebut disampaikan secara tertulis melalui surat petisi atas nama Persatuan Alumni Napiter NKRI Seluruh Indonesia yang dipublikasikan, Sabtu (18/9/2021). Petisi dibuat agar mendorong kinerja BNPT lebih maksimal dalam menanggulangi deradikalisasi.
Dalam surat disebutkan 65 Eks Napiter NKRI (napiter yang berikrar setia pada NKRI) ikut mendukung. Koordinator eks Napiter Nusakambangan wilayah Bekasi, Hendro Fernando Muhammad Idris, mengatakan sampai Sabtu siang jumlah pendukung petisi terus bertambah.
Menurut Hendro, ada beberapa poin penting yang mendasari keputusan tersebut. Misalnya soal penanganan berkas penahanan yang lamban sehingga membuat mereka tidak segera dipindah ke lembaga pemasyarakatan atau LP setelah vonis.
Padahal itu menjadi tanggung jawab BNPT sebagai badan koordinator. Hal tersebut menyebabkan kepengurusan remisi dan pembebasan bersyarat (PB) mereka tidak jelas.
“Saya misalnya, vonis enam tahun. Kepengurusan remisi terbengkalai, saya bebas 2020, bebas murni. Enggak jelas kepengurusan kami,” kata dia.
Hal kedua adalah pemberdayaan para napi dan keluarganya selama program deradikalisasi yang juga tidak maksimal. Selama menjalani masa tahanan, kebutuhan keluarga di rumah biasanya diurusi oleh jaringan radikal yang masih aktif atau diistilahkan merah. Konsekuensinya bantuan keuangan tersebut bakal dihentikan jika suaminya berikrar kembali ke NKRI.
“Karena beda pemikiran dan masalah ekonomi ini tidak sedikit yang memilih bercerai dengan suami,” kata Hendro.
Program pemberdayaan para alumni napiter yang sudah bebas juga tidak jelas. Setelah bebas, mereka kesulitan untuk mendapatkan kesejahteraan. Sehingga banyak pula yang akhirnya kembali gabung dengan jaringan radikal.
Baca Juga: BNPT Dalami Peringatan dari Jepang soal Ancaman Teror di Asia Tenggara
Oleh sebab itu, ia menilai pembinaan harus dilakukan secara utuh hingga level keluarga. Kalau tidak, upaya yang dilakukan BNPT bakal sia-sia.
Di sisi lain, Hendro meluruskan pernyataan Kepala BNPT Boy Rafli Amar yang menuding para teroris dan sekutunya ingin BNPT bubar. “Sangat disayangkan sekelas Pak Boy tidak mengerti ideologi teroris. Mana ada teroris yang menginginkan kinerja BNPT lebih maksimal lagi, dan juga mendorong agar teman-teman di dalam lapas diurus remisi dan pengurusan administrasinya,” kata Hendro.
“Artinya justru kami [Napiter NKRI] menginginkan agar BNPT dengan dana ratusan miliar dan SDM yang begitu komplet agar maksimal dalam memperhatikan napiter dan eks napiter,” kata Hendro.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan