SuaraJawaTengah.id - Limbah alkohol ciu membuat nama sungai bengawan solo menjadi perbincangan. Sebab pencemaran itu menggagu masyarakat di sepanjangan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Namun demikian, aparat kepolisian sudah menangkap para tersangka yang diduga menjadi pelaku utama pembuangan limbah ciu di sungai bengawan solo tersebut.
Menyadur dari Solopos.com, berdasarkan hasil penyidikan, aparat Polres Sukoharjo menangkap dua tersangka berinisial J, 36, dan H, 40, yang membuang limbah ciu ke aliran sungai bengawan solo. Kedua tersangka itu dengan sengaja mengumpulkan limbah dari produsen alkohol yang semestinya dibawa ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tetapi malah dibuang ke sungai.
Kedua tersangka membuka jasa pembuangan limbah itu selama setahun terakhi dengan modal dua mobil pikap dan mesin diesel.
Sungai Bengawan Solo
Jika merujuk pada sejarahnya, Sungai Bengawan Solo memiliki kisah yang panjang. Pada masa lalu tepatnya masa kejayaan Majapahit, sungai ini menjadi jalur pedagangan dan transportasi di Laut Jawa.
Sejarah maritim Sungai Bengawan Solo pernah diteliti oleh Ilham Arsandi, Jihan Putri Mileniawati, dan Mila Nursindi Rahayu dalam Riwayat: Educational Journal of History and Humanities yang diterbitkan Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh pada 2020.
Mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka itu menjelaskan betapa pentingnya Sungai Bengawan Solo pada masa Kerajaan Majapahit. Kala itu, Sungai Bengawan Solo menjadi jalur perdagangan dan transportasi utama bagi Kerajaan Majapahit.
Dikutip dari laman petabudaya.kemendikbud.go.id, Minggu (19/9/2021), sejak abad XIII-XIV, ketika Kerajaan Majapahit masih berada pada puncak kekuasaannya di Jawa Timur, Sungai Bengawan Solo menjadi jalur transportasi yang ramai.
Baca Juga: Kasus Pencemaran Bengawan Solo, DLH Surakarta Fasilitasi Layanan Sedot Limbah Industri
Pada saat itu Gresik yang masih disebut sebagai pelabuhan Ujung Galuh, menjadi pelabuhan laut terpenting di Jawa Timur bersama Tuban. Sejak masa itu, pelabuhan tersebut merupakan sebuah sarana pendaratan bagi kapal besar dengan jumlah pasukan yang cukup banyak.
Lokasi Gresik ini sangat strategis karena terletak di muara sungai besar yang disebut sebagai Bengawan Semanggi atau kini dikenal sebagai Bengawan Solo.
Berdasarkan data dari Kementerian PUPR Ditjen Sumber Daya Air BBWS Bengawan Solo, sungai ini merupakan yang terbesar di Pulau Jawa. Sungai ini memiliki aliran sungai yang luasnya sekitar 16.100 km persegi yang membentang dari Pegunungan Sewu, tepatnya di perbatasan antara Pacitan dan Wonogiri, hingga ke laut Jawa di sebelah utara Surabaya.
Sungai ini terpanjang di Pulau Jawa ini melintasi dua provinsi, Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan panjang 548,53 km. Hulu sungai ini berada di Gunung Lawu yang mengalir melintasi berbagai kota besar mulai dari Wonogiri, Solo, Ngawi, dan Bojonegoro yang bermuara di Laut Jawa wilayah Gresik.
Aliran Air
Mata air Sungai Bengawan Solo berasal dari lereng gunung seribu [Pegunungan Sewu] yang terletak di sebelah tenggara wilayah eks-Keresidenan Surakarta. Mata air tersebut mengalir ke arah barat daya dan menjadi batas antara wilayah Kabupaten Pacitan dengan Kabupaten Wonogiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan