Sementara dirinya mendekam dalam penjara atas dosa orang lain yang tidak pernah ia lakukan.
Ia digelandang ke Koramil. Di sana ada ratusan warga lainnya dari satu kecamatan. Ia diinterogas, disiksa dan dipenjara berbulan-bulan. Tanpa proses peradilan.
Kardi diinterogasi, ditanya terkait aktivitasnya, apakah terlibat dengan PKI atau tidak.
"Sekitar setengah tahun saya dipenjara di koramil. Ada banyak gedung di sana. Sekitar empat barak tentara. Sekarang (gedungnya) sudah jadi bangunan lainnya," kata Kardi.
Setelah berbulan-bulan, ia dipindahkan ke Kodim Pati. Ia tak tahu pasti berapa jumlah orang yang benasib sama dengannya.
"Cukup banyak. Ribuan orang," ucapnya.
Selepas dari situ, ia lalu dipisahkan ke Pulau Nusakambangan hingga 'dibuang' di Pulau Buru.
Setiap tempat itu tak jauh beda perlakuan tentara kepadanya. Ia mengalami penyiksaan yang bertubi-tubi.
Dipukul dengan rotan, ditendang hingga dilempar pistol. Hampir menjadi makanan kesehariannya saat menjadi tahanan politik (tapol) .
Baca Juga: Kisah Kelam G30S PKI di Sumut, Prahara Politik Berujung Pembantaian Massal
"Di Jawa, di Pulau Buru ya sudah kenyang disiksa," kata dia.
Di pulau Buru, ia mengaku sempat bertemu banyak tokoh, macam Pramoedya Ananta Toer dan berbagai tokoh lainya.
Ada ribuan yang dipenjara. Ia tak tahu berapa jumlah pasti yang dipenjara di sana dengannya. Yang jelas ada 21 asrama.
"Paling sedikit 500 orang. Paling banyak 3.000 orang setiap asramanya," katanya.
Selain disiksa, ia dan tahanan yang lainnya diwajibkan menggarap sawah. Tentunya tanpa bagi hasil atau upah. Semua hasil panen dirampas tentara.
Banyak insiden yang membuatnya putus asa hidup di pulau ini. Ratusan orang tahanan tewas di pulau karena penyiksaan, kelaparan, sakit ataupun bunuh diri akibat tekanan mental.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat