SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengurangi angka selisih antara kebutuhan dan persediaan rumah (backlog) di enam daerah melalui berbagai program.
"Pemprov sedang membantu pembangunan perumahan di enam daerah yakni Kabupaten Cilacap, Brebes, Kendal, Purbalingga, Jepara, dan Kota Magelang," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (20/10/2021).
Ia menjelaskan Pemprov Jateng melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman berikhtiar dengan memberikan bantuan sosial yang bersifat stimulan melalui program Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng, Tuku Lemah Oleh Omah.
Artinya, Pemprov Jateng membangun rumah bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk membeli tanah untuk mendapatkan rumah dengan sasarannya mengurangi angka backlog rumah sebanyak 419 ribu unit.
Ganjar mengakui upaya tersebut tidak mudah, namun Pemprov Jateng secara bertahap dengan upaya replikasi dan intervensi, sehingga mengurangi beban masyarakat, serta sasaran program yaitu warga miskin yang belum punya rumah.
"Jateng memfasilitasi pembelian tanah melalui kredit mikro BPR BKK Jateng, memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat untuk penyiapan pembangunan rumah, memfasilitasi pembangunan rumah melalui bantuan sosial stimulan rumah sederhana sehat atau pembangunan rumah baru," ujarnya.
Kepala Disperakim Provinsi Jateng Arief Djatmiko menambahkan pihaknya mengintegrasikan antara program pusat, program provinsi, program kabupaten/kota, serta potensi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dan Baznas.
"Jawa Tengah mulai 2020, dan 2021 sudah memulai, tapi sifatnya stimulan yang mungkin akan menjadi replikasi terhadap program di masyarakat. Contohnya, di Jawa Tengah tahun ini, ada enam kabupaten yang melakukan pembangunan mandiri dan pembangunan komunitas," katanya.
Seperti di Kabupaten Cilacap, lanjut dia, sasarannya komunitas pembuat gula Jawa dan jumlahnya 28 unit rumah bantuan Pemprov Jateng berupa struktur bangunannya adalah rumah unggul sistem panel instan (ruspin) yang tahan gempa, dinding keliling, rangka atap dan penutupnya, dinding keliling kamar mandi, instalasi air bersih, air kotor dan listrik.
Baca Juga: Pria Ini Protes, Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat Berceceran di Halaman Rumahnya
Kemudian, upah tenaga padat karya untuk tiga orang selama enam hari yang berkolaborasi bersama Dispermades Jateng berupa pembangunan makadam jalan dan drainase.
Dukungan dari pemerintah kabupaten berupa jalan aspal dan ruang terbuka hijau, swadaya masyarakat berupa plester lantai, pembatas ruangan, plester dinding, pintu dan jendela, sedangkan dukungan pihak ketiga yaitu struktur bangunan musala, jaringan listrik serta Baznas adalah menyelesaikan musala. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hamil, Dikawinkan, Dicerai, Dikawinkan Lagi: Kisah Pilu Santriwati Korban Kiai Cabul Ashari di Pati
-
Kiai Cabul Pati Buron ke Luar Jateng, Polda Turunkan Tim Jatanras Buru Pelaku!
-
Kiai Cabul Ashari Menghilang, Polisi Terus Buru Pelaku Pelecehan Seksual Ndholo Kusumo
-
Novita Wijayanti Datangi Gudang Bulog Cilacap, Kawal Harga Gabah Petani dan Stok Beras
-
5 Fakta Menyeramkan Kasus Kiai Cabul Pati, hingga Saksi Mundur Ketakutan