SuaraJawaTengah.id - Vanessa Angel dan suaminya Bibi Ardiansyah meninggal dunia usai mengalami kecelakaan maut di Tol Tuban Jawa Timur.
Meninggalnya Vanessa Angel dan Bibi memunculkan spekulasi, dari sopir yang lalai dan kondisi jalan tol yang tidak aman.
Menyadur dari Solopos.com, pakar transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Kota Semarang, Djoko Setijowarno menilai pemerintah layak mengaktifkan lagi Direktorat Keselamatan Transportasi Darat guna menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Menurutnya, Direktorat Keselamatan Transportasi Darat ditiadakan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak dua tahun lalu.
Peniadaan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat, menurut Djoko, berdampak pada minimnya program dan anggaran untuk keselamatan di sektor transportasi darat.
“Ini menunjukkan pemerintah masih kurang serius menangani keselamatan transportasi. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat pernah ada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Ada restrukturisasi organisasi di Kemenhub, menyebabkan lembaga itu hilang. Padahal urusan keselamatan transportasi darat belum menunjukkan keberhasilan dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas,” terang Djoko Sabtu (6/11/2021).
Djoko menilai tingkat fatalitas kecelakaan lalu linta saat ini masih cukup tinggi. Kesadaran masyarakat akan keselamatan lalu lintas juga masih rendah. Sementara itu, institusi yang fokus mengurusi keselamatan malah dihilangkan.
Kecelakaan maut yang terjadi di jalan tol juga masih cukup masif. Pada Kamis (4/11/2021), kecelakaan maut di ruas jalan tol tidak hanya dialami artis Vanessa Angel dan suaminya di Tol Jombang.
Kecelakaan juga menimpa rombongan guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di ruas Tol Cipali. Dalam kecelakaan itu, Dosen Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. I Gede Suparta Budisatria, meninggal dunia.
Baca Juga: Sopir Vanessa Angel Akui Kendarai Mobil 120 Km/Jam, IG Story Dijadikan Bukti
Berdasarkan data dari Korps Lalu Lintas Kepolisan Negara Republik Indonesia (Korlantas), dalam 1 jam, 1-3 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Dalam sehari sekitar 80 orang tewas seketika di jalan raya. Korban terbanyak pesepeda motor (sekitar 75 persen). Belum lagi ditambah sejumlah korban akibat kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka berat dan berujung meninggal dunia juga.
“Total bisa mencapai 120-an orang meninggal dunia setiap hari karena korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” imbuh Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu.
Djoko mengatakan Indonesia perlu belajar dari Korea Selatan yang berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas mencapai 60% dalam 20 tahun terakhir.
Ia juga menilai sudah selayaknya pemerintah mengubah status Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjadi Badan Keselamatan Transportasi Nasional (BKTN), yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!