Sekolah bertaraf internasional tersebut terdriri dari 11 Sekolah Dasar Internasional, 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Internasional) dan 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) Internasional.
Selain sekolah, fasilitas umum lainnya yang dapat menunjuang kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada adalah fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit nasional dan rumah sakit internasional. Untuk rumah sakit nasional sendiri terbagi menjadi beberapa, yaitu rumah sakit umum sejumlah 239 unit, kemudian rumah sakit khusus sejumlah 50 unit, rumah sakit bersalin sejumlah 32 unit, dan juga fasilitas kesehatan lainnya seperti klinik pengobatan sejumlah 1.166.
Sementara itu terdapat 4 rumah sakit internasional di Jawa Tengah yang terletak di kota Semarang, kota Surakarta, dan kabupaten Banyumas.
Jawa Tengah juga sering dianggap sebagai jantung budaya Jawa yang terlihat melalui karakter masyarakatnya yang cenderung sopan, sederhana dan rajin. Hal ini juga menarik banyaknya investor asing untuk menanamkan modal di Jawa Tengah sehingga terlihat banyaknya area industri yang berkembang sehingga secara otomatis juga memperbayak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Baca Juga: Penangkaran Burung Branjangan di Karawang
Jawa Tengah Memiliki Tanah Subur Dengan Cuaca yang Mendukung
Banyaknya gunung berapi di Jawa Tengah juga menyebabkan banyaknya lahan subur yang bisa diolah menjadi lahan pertanian. Luas lahan di Jawa Tengah tercatat sebesar 65,56 persen yang terdiri lahan sawah berpengairan teknis sebesar 38,26 persen, dan sisanya lahan sawah berpengairan setengah teknis, lahan sawah tadah hujan dan masih banyak lagi.
Secara iklim, menurut Stasioun Klimatologi Kelas 1 Semarang, suhu rata-rata di Jawa Tengahg berkisar antara 18º C hingga 28º C. Tempat-tempat yang letaknya dekat pantai mempunyai suhu udara rata-rata relatif tinggi. Sementara itu, suhu rata-rata tanah berumput (kedalaman 5 Cm), berkisar antara 17ºC sampai 35ºC.
Rata-rata suhu air berkisar antara 21ºC sampai 28ºC. Sedangkan untuk kelembaban udara rata-rata bervariasi, dari 73 persen samapai 94 persen. Curah hujan terbanyak terdapat di Stasiun Meteorologi Pertanian khusus batas Salatiga sebanyak 3.990 mm, dengan hari hujan 195 hari.
Baca Juga: Siapakah Kerajaan Islam Pertama di Pulau Jawa, Kerajaan Lamajang Tigang Juru atau Demak?
Berita Terkait
-
8 Jalur Tengkorak di Jawa yang Sering Makan Korban, Pemudik Wajib Tahu
-
Kanker Anak di Luar Jawa Terabaikan, Akses Perawatan Masih Terbatas
-
Pilkada Jawa Jadi Pijakan Prabowo Menuju 2029, Mampukah Taklukkan Jakarta di Putaran Kedua?
-
Hingga Juni, Penumpang Kereta Api Hampir Sama dengan Jumlah Penduduk Indonesia
-
Patahan Baribis - Kendeng Ancam Jakarta, BRIN Gelar Ekspedisi Sesar Aktif Jawa
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Habbie, UMKM Minyak Telon Binaan BRI Tampil dengan Prestasi Keren di UMKM EXPO(RT) 2025
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025