Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 26 November menetapkan Omicron sebagai "varian yang diwaspadai", namun badan PBB itu mengatakan belum ada bukti yang mendukung perlunya dibuat vaksin khusus untuk melawan varian itu beserta mutasinya.
Meski demikian, Pfizer-BioNTech mengatakan mereka akan melanjutkan rencana untuk menyediakan vaksin khusus Omicron di pasaran. Upaya untuk itu sudah mereka lakukan sejak 25 November.
Mereka mengatakan rencana untuk memproduksi empat miliar dosis vaksin Comirnaty pada 2022 tetap sesuai jadwal jika vaksin khusus diperlukan.
Bahkan jika mulai tersedia pada Maret, vaksin itu belum akan tersedia secara luas, mungkin hanya 25-75 juta dosis pada tahap awal.
Ilmuwan Pfizer Kena Swanson mengatakan perusahaannya juga mempertimbangkan untuk menguji dua dosis vaksin Omicron pada orang-orang yang belum divaksin.
Temuan Pfizer-BioNTech itu sejalan dengan studi awal para peneliti di Institut Penelitian Kesehatan Afrika di Afrika Selatan, yang pada Selasa (7/12) mengatakan bahwa Omicron secara parsial bisa mengurangi perlindungan dari dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech dan suntikan ketiga mungkin akan membantu menangkal infeksi.
Penelitian terhadap varian baru ini masih berada di tahap awal. Analisis laboratorium di RS Universitas di Jerman menemukan bahwa orang-orang yang telah disuntik tiga dosis memiliki respons antibodi terhadap Omicron 37 kali lebih rendah daripada respons mereka terhadap Delta.
Meski begitu, dua dosis vaksin masih memberikan perlindungan terhadap penyakit parah, kata Pfizer-BioNTech.
Sebagian besar struktur permukaan pada paku protein Omicron yang disasar sel-sel T, yang biasanya muncul setelah vaksinasi, tidak terpengaruh oleh mutasi Omicron, kata mereka.
Baca Juga: Waduh, Ilmuwan Temukan Versi Lain Varian Omicron yang Sulit Terdeteksi
Sel T, bersama antibodi, adalah pilar dari respons kekebalan tubuh dan dipercaya mencegah penyakit parah dengan menyerang sel-sel yang terinfeksi virus.
Untuk kebutuhan analisis, kedua perusahaan menggunakan sebuah virus yang direkayasa (pseudovirus) agar memiliki ciri-ciri seperti mutasi Omicron. Sampel darah lalu dikumpulkan dari subjek penelitian tiga pekan setelah dosis kedua atau satu bulan setelah dosis ketiga.
Hingga saat ini, belum ada data yang cukup tentang bagaimana vaksin dari Moderna, Johnson & Johnson, dan lainnya, bertahan dari Omicron. Namun, perusahaan-perusahaan farmasi itu diperkirakan akan merilis data mereka sendiri dalam pekan-pekan ke depan.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis