- Direktorat Siber Polda Jateng mengusut penyebaran pornografi *deepfake* wajah mahasiswi PTN Surakarta di media sosial sejak awal tahun 2026.
- Penyidik telah mengantongi profil terduga pelaku dan mendalami jaringan tujuh mahasiswi alumni SMA yang sama sebagai korban.
- Kasus kejahatan siber menggunakan kecerdasan buatan tersebut menyebabkan korban berinisial E mengalami syok berat serta trauma psikologis.
SuaraJawaTengah.id - Kasus penyebaran konten pornografi hasil rekayasa kecerdasan buatan (deepfake) yang menimpa seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Surakarta mulai menemukan titik terang. Direktorat Siber Polda Jawa Tengah disebut telah mengantongi profil terduga pelaku dan kini tinggal menuntaskan pemeriksaan saksi sebelum menetapkan tersangka.
Korban berinisial E menjadi sasaran kejahatan digital setelah wajahnya direkayasa menggunakan teknologi AI dan ditempelkan pada tubuh perempuan tanpa busana. Foto serta video palsu tersebut kemudian disebarkan melalui sejumlah akun media sosial hingga grup Telegram.
Kuasa hukum korban, Zaenal Petir, mengatakan penyidik telah melakukan profiling terhadap pihak yang diduga berada di balik penyebaran konten tersebut.
"Setelah kami berkoordinasi dengan penyidik Direktorat Siber Polda Jawa Tengah, mereka sudah melakukan profiling. Tinggal menunggu pemeriksaan saksi. Setelah itu saya yakin akan lebih mudah mengarah kepada calon tersangka. Meski masih tahap penyelidikan, arahnya sudah mulai terlihat," kata Zaenal dikutip dari media patner Suara.com, Ayosemarang.com, Senin (27/7/2026).
Berawal dari Akun Misterius
Zaenal menjelaskan, teror terhadap korban bermula pada 1 Januari 2026 ketika sebuah akun Instagram bernama Kelas Dunia Digital (Digital Duniaku) berupaya menjalin komunikasi dengan korban. Karena tidak mendapat tanggapan, akun tersebut diduga mulai melakukan intimidasi.
Beberapa pekan kemudian, tepatnya pada 26 Januari 2026, muncul akun Instagram lain bernama Ranger Merah 146 yang mengunggah foto-foto pornografi hasil manipulasi AI menggunakan wajah korban.
Tidak lama berselang, akun lain bernama Rangger94028 menghubungi korban dan memberi tahu bahwa foto-foto palsu tersebut telah menyebar di Telegram. Akun itu juga mengirimkan foto asli korban berdampingan dengan hasil rekayasa AI.
Menurut Zaenal, hasil penyelidikan sementara mengarah pada sebuah akun Telegram yang diduga menjadi titik awal penyebaran konten pornografi tersebut. Jejak digital akun itu kini masih didalami penyidik Direktorat Siber Polda Jawa Tengah.
Baca Juga: Duh! Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Kiai di Pati, Korban Capai 50 Orang
Korban Alami Syok Berat
Meski seluruh foto dan video yang beredar merupakan hasil manipulasi teknologi AI, dampak yang dirasakan korban sangat nyata.
Zaenal mengungkapkan, kliennya mengalami syok berat setelah mengetahui wajahnya dipasang pada konten pornografi yang kemudian beredar luas di media sosial.
Korban bahkan mengalami stres selama sekitar sepekan dan hingga kini masih menjalani pemulihan karena trauma psikologis.
"Korban sama sekali tidak melakukan hal seperti yang ada di foto maupun video itu. Semua merupakan hasil editan AI. Meski begitu, dampak psikologis yang dialami korban sangat berat," ujarnya.
Diduga Ada Tujuh Korban Lain
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah