SuaraJawaTengah.id - Libur natal 2021 dan tahun baru 2022 ternyata meningkatkan angka kriminalitas di Jawa Tengah (Jateng).
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy, mewakili Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi mengatakan angka kriminalitas di Jateng, menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 cenderung meningkat.
Iqbal mengaku mendapati sejumlah kasus kejahatan yang dilakukan pada saat umat Kristiani merayakan Natal 2021 di Jateng. Meski demikian, jajaran Polda Jateng telah siaga mengamankan pelaku kejahatan agar ibadah warga tidak terganggu.
Selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, lanjut Iqbal, Polda Jateng menerjunkan 15.900 personel yang ditempatkan pada 279 pos pengamanan. Belasan ribu personel Polri ini bersiaga di pos masing-masing selama masa Operasi Lilin Candi 2021 yang dimulai sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
“Bertetapan dengan perayaan Natal 25 Desember kemarin, terjadi 10 tindak kejahatan di seluruh Jateng. Kita telah mengambil langkah-langkah strategis agar ibadah umat Kristiani tak terganggu,” kata Iqbal dikutip dari Solopos.com, Minggu (226/12/2021).
Pria yang pernah menjabat sebagai Kasatlantas Polresta Surakarta ini mengakui jika angka kriminalitas menjelang perayaan Natal relatif meningkat. Tertinggi terjadi pada 20 dan 22 Desember, yakni masing-masing terjadi 14 kasus kejahatan. Sementara pada 18 Desember terjadi lima kasus kejahatan, 19 Desember 5 kasus, 21 Desember tujuh kasus, dan 23 Desember delapan kasus kriminalitas.
“Polisi akan bertindak tegas terhadap semua pelaku kejahatan. Apalagi sampai mengganggu ketertiban masyarakat,” tandas dia.
Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, mewaspadai meningkatnya aksi kriminalitas pada masa Natal dan Tahun Baru. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan serta mobilitas masyarakat yang mulai berjalan normal berpotensi mengundang pelaku kejahatan untuk beraksi kembali.
“Dulu penjahat takut karena masyarakat tinggal di rumah saja karena penerapan PPKM yang ketat. Saat ini 80 persen kegiatan masyarakat sudah berjalan normal. Ini harus diwaspadai karena pelaku kriminal pastinya sudah melihat peluang untuk beraksi lagi,” kata Luthfi.
Baca Juga: Aksi Klitih di DIY Kembali Marak, Walikota Jogja: Perilaku Mereka Kategori Kriminalitas
Untuk itu, dia memerintahkan jajaran Reskrim untuk lebih aktif menghidupkan Kring Serse di wilayahnya. Penggunaan senjata dilaksanakan secara tegas namun terukur sesuai aturan. “Anggota harus all out, jeli mengamati potensi kriminalitas di wilayahnya. Patroli dan amankan kegiatan ibadah dan aset masyarakat sehingga mereka tetap merasa aman selama Nataru,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis