"Saya tak bisa ingat, kalau saya ingat-ingat terus dada saya sesak. Intinya lebih dari tiga kali," ucapnya setelah menghela nafas yang cukup panjang.
NS sempat diam sekitar 30 detik, hanya terdengar suara terenga-engah.
"Awalnya dia itu mencium terus sampai meraba-raba ke bagian intim, saya tak bisa apa-apa. Saat itu saya tak berani bercerita kepada siapapun," ucapnya.
Kelakuan tersangka itu tak membuatnya nyaman. Setelah lebaran, NS berniat untuk keluar dari pondok pesantren tersebut. Namun, saat ijin mau keluar pondok pesantren atau istilah santri "boyong" tak diperbolehkan pengasuh ponpes.
"Saat itu saya tak berani bercerita. Apalagi saya punya kedekatan dengan istri pengasuh ponpes tersebut," paparnya.
Setelah tak diperbolehkan untuk keluar, NS terpaksa tetap tinggal di pesantren tersebut. Hari-harinya dihantui dengan perasaan cemas dan rasa takut karena setiap hari melihat wajah pelaku pelecehan seksual tersebut.
Singkat cerita, NS mendapat tawaran tersangka yang akan menjodohkan NS dengan salah satu ustadz di pesantren tersebut. Tawaran tersebut dia terima dengan sejumlah syarat.
"Saya langsung terima asalkan saya tak dilecehkan lagi," katanya memberi syarat kepada pengasuh ponpes tersebut.
Saat itu, tersangka menyetujui kesepakan yang ditawarkannya. Akhirnya dia dan ustadz tersebut melakukan tunangan. NS merasa lega karena akan ada sesorang yang akan menjaganya.
Baca Juga: 4 Kerajaan Islam Pertama Di Pulau Jawa: dari Kawasan Pesisir hingga Mataraman
Namun, kenyataanya tak seperti apa yang NS bayangkan. Setelah tunangan, pengasuh ponpes tersebut berdusta. Pengasuh ponpes itu tetap mencabuli NS meski sudah tunangan.
"Sebenarnya saya mau triak, namun tak bisa," ujarnya.
Setelah tak kuat, akhirnya NS buka suara kepada pihak keamanan pondok pesantren tersebut. Namun, kemanan pondok tak menggubris keluhannya.
"Saya memaksa untuk keluar, akhirnya saya bisa keluar pondok," ucapnya.
Untuk mengobati rasa traumanya itu, NS hanya bisa melakukan pijat saraf karena tak punya biaya ke psikiater. Sampai saat ini, NS masih sering kaget ketika mendengar suara pintu yang terbuka.
Ketika mendengar suara pintu, dia terbayang-bayang wajah tersangka yang merupakan pengasuh pondok pesantren tempat dia mengajar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Peringatan Keras Gubernur Luthfi untuk Kepala Daerah, OTT KPK Cukup Pati dan Pekalongan!
-
Pengusaha dan Pelindo Antisipasi Kepadatan Logistik Jelang Lebaran Meningkat
-
Jawa Tengah Bersiap Sambut 'Serbuan' Pemudik Lebaran 2026: Antara Kerinduan dan Kesiapan Darurat
-
Semen Gresik Gelar Berkah Ramadan Bersama Masyarakat Enam Desa di Rembang dan Blora
-
Buka Puasa Makin Seru, Transaksi QRIS BRImo di Kenangan Brands Dapat Cashback 40%