SuaraJawaTengah.id - PT Semen Gresik (PTSG) menggelar Sujud Syukur, Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim bertempat di Masjid Al-Hikam Semen Gresik, Pabrik Rembang, Rabu (5/1/2022). Selain sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Semen Gresik ke-8 dan HUT PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ke-9.
Acara tersebut dihadiri Direktur Utama PTSG, Subhan, beserta jajaran manajemen, karyawan, mitra usaha, asatid di lingkungan perusahaan, serta perwakilan anak yatim. Kegiatan juga diisi dengan tausiyah dan doa bersama yang dipimpin oleh ulama karismatik KH. Moh Sholahuddin Fatawi, M.Pd.I, pengasuh ponpes Al Hidayat Lasem dan juga ketua PCNU Lasem.
Dirut PTSG Subhan menandaskan, meskipun di tengah tantangan pandemi Covid-19, persaingan industri persemenan dan kondisi perekonomian nasional yang tak mudah, pihaknya bersyukur Semen Gresik tetap beroperasi hingga saat ini, dan terus memberikan maanfaat bagi lingkungan dan masyarakat, serta menutup tahun 2021 lalu dengan pencapaian luar biasa di berbagai bidang.
‘’Kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas pencapaian korporasi. Harapan kita bersama, pada tahun 2022 ini dan dalam usia ke-8 tahun, Semen Gresik semakin kokoh dan mampu berkontribusi tidak hanya bagi kemajuan perusahaan dan SIG, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,’’ kata Subhan dalam siaran persnya, Kamis (6/1).
Dia berharap, di tahun penuh tantangan, segenap karyawan tetap bersinergi, dan termotivasi untuk terus bergerak maju, memberikan pelayanan yang terbaik, inovatif, guna mencapai kinerja berkelanjutan demi masa depan bersama.
Subhan juga mengapresiasi kinerja semua lini yang tidak menyurutkan langkah serta semangat untuk melayani masyarakat Indonesia tanpa lelah dalam kondisi apapun.
‘’Kita ingin terus membangun sinergi yang baik, didukung dengan program efisiensi berkelanjutan, serta pengelolaan bisnis yang optimal, sehingga perusahaan mampu mencapai target yang ditetapkan,’’ tegasnya.
Pada acara itu, diserahkan secara simbolis paket santunan kepada sembilan anak yatim, merujuk angka HUT ke-SIG. Mereka mewakili dari sekitar 200 anak yatim dan kaum dhuafa di Kabupaten Rembang. Penyaluran paket akan mulai dilaksanakan pada 10 Januari mendatang.
Sedangkan dalam tausiyahnya, KH Moh Sholahuddin Fatawi, mengajak insan PTSG untuk senantiasa memiliki sifat qanaah ayaitu selalu bersyukur dan merasa cukup dengan segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT. Meskipun begitu, sifat qanaah ini bukan berarti berpasrah, namun tetap melakukan usaha sebaik mungkin sesuai kemampuan yang dimiliki.
Baca Juga: Raih Omzet Rp1 Miliar, Semen Gresik Beri Apresiasi UMKM Terkokoh di Kabupaten Rembang
‘’Usaha yang dilakukan pun disertai memanjatkan doa kepada Allah untuk memberikan hasil yang terbaik. Dengan begitu, seseorang yang memiliki sifat qanaah akan berserah diri dengan segala keputusan Allah dan meyakini apa pun yang diberikan adalah hal baik yang penuh berkah,’’ pungkasnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Pelindo Terminal Peti Kemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
-
Tragedi Kecelakaan Maut di Jogja: Pemotor Tak Berhelm Tabrak Nenek 80 Tahun hingga Tewas
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi