SuaraJawaTengah.id - Tak mau kalah dengan yang lain, sekelompok disabilitas Kota Semarang produksi sabun dan tas ramah lingkungan yang dipamerkan di Pasar Johar Kota Semarang.
Sekelompok Disailitas itu terlihat bersemangat untuk menawarkan sabun dan tas yang mereka produksi. Sebagian, ada yang menawarkan menggunakan kursi roda. Mereka terlihat tak mempunyai lelah.
Mereka sengaja membuat produk ramah lingkungan karena sudah khawatir dengan sampah plastik yang mendominasi bumi saat ini. Mereka meyakini, produk ramah lingkungan yang mereka buat bisa bermanfaat.
Pendamping disabilitas Semarang, Vita mengatakan, beberapa produk buatan disabilitas Kota Semarang sengaja dipamerkan untuk membantu perekonomian selama pandemi. Menurutnya, produk buatan disabilitas tak kalah bagus dengan produk lainnya.
"Selama pandemi ini memang banyak teman-teman yang wirausaha," jelasnya saat ditemui di Pasar Johar Semarang, Senin (10/1/2021)
Menurutnya, kelompok disabilitas Kota Semarang banyak yang perhatian soal lingkungan. Meski mempunyai keterbatasan, kelompok tersebut cukup produktif, terutama saat pandemi.
"Sekarang banyak yang wirausaha untuk mencukupi kebutuhan hidup," katanya.
Selain sabun ramah lingkungan dan tas ramah lingkungan kelompok disabilitas Kota Semarang juga produksi batik ciprat, krupuk pisang, sajadah aplikasi, bengkel compac dan bebarapa makanan siap saji.
"Yang dipamerkan di sini itu buatan temen-temen semua," katanya.
Baca Juga: Kembali Pimpin Latihan PSIS Semarang, Ini Kesan Dragan Djukanovic
Saat ini, yang menjadi produk unggulan temen-temen adalah produk yang ramah lingkungan. Sabun ramah lingkungan dan tas ramah lingkungan menjadi produk yang sedang diutamakan saat ini.
"Menurut saya itu sebuah pencapaian ya. Mereka tak hanya jualan namun juga sudah memperhatikan soal lingkungan. Mereka sudah mengurangi penggunaan plastik,"ujarnya.
Selain menjual secara offline, kelompok disabilitas juga menjual produk yang mereka buat secara online. Menurutnya, penjualan secara online merupakan salah satu cara agar bisa bertahan saat pandemi.
"Ya banyak yang jualan online di instagram dan shopee. Katanya Pemerintah Semarang juga akan membuatkan marketpleace juga," imbuhnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan
-
Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja
-
Jangan Gampang Kepincut! Pesan Penting Ning Nawal untuk Ibu-Ibu Hadapi Jebakan Pinjol dan Judol
-
KAI Hentikan Pembongkaran Eks Stasiun Banjarnegara, Janji Kembalikan Pintu seperti Semula
-
Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026