SuaraJawaTengah.id - Asuransi bagi nelayan kecil terus diberikan oleh pemerintah. Hal itu untuk memberikan jaminan perlindungan kepada nelayan dan keluarga.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan 10.000 kuota asuransi untuk nelayan kecil, baik yang melaut maupun yang mencari ikan di perairan tawar pada 2022 sebagai bentuk perlindungan.
"Asuransi nelayan dikhususkan untuk nelayan kecil, tujuannya melindungi keselamatan jiwa dan jaminan bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Rofik Muammar dikutip dari ANTARA di Semarang, Jumat (21/1/2022).
Menurut dia, asuransi tersebut mencakup jaminan jiwa bagi nelayan dan pelaku usaha kecil di bidang perikanan.
Untuk nelayan adalah seseorang yang punya kapal di bawah 10 gross tonnage (GT), serta nelayan yang ada di sungai atau waduk.
Ia menyebut, pada 2022 kuota asuransi nelayan di Jateng tercatat berjumlah 10.000 orang, sedangkan pada 2021 mencapai 20.000 orang yang merupakan akumulasi dari tahun 2020 akibat adanya refokusing anggaran untuk penanggulangan COVID-19.
"Kalau kuota per tahun itu 10.000 asuransi, tapi pada tahun 2020 ada 'refocusing', maka dialihkan di tahun 2021 dan pada tahun ini kembali ke kuota awal," ujarnya.
Untuk membuktikan bahwa nelayan calon penerima asuransi jiwa itu masuk golongan nelayan kecil, maka yang bersangkutan harus menunjukkan surat keterangan dari pemangku kepentingan wilayah setempat.
"Kalau yang 10 GT ke atas kan ada BPJS Ketenagakerjaan yang melindungi para anak buah kapal (ABK), tapi kalau nelayan kecil ketika melaut dan ada apa-apa, mereka tidak punya biaya berobat. Mereka tidak bisa melindungi diri sendiri," katanya.
Baca Juga: Gubernur Ganjar Klaim Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrem di Jateng Berjalan Bagus
Data DKP Jateng, kuota asuransi nelayan disebar pada 24 daerah yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Kebumen, Kendal, Pekalongan, Pemalang, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Tegal, Wonogiri, Wonosobo, Kota Pekalongan, Kota Semarang, dan Kota Tegal.
Selain kuota asuransi nelayan yang bersumber dari APBD Provinsi Jateng, adapula yang sumbernya dari APBN dengan rincian tahun ini ada sekitar 8.600 asuransi yang ditebar pada 25 wilayah di Jateng.
"Hingga 2019 total nelayan kecil yang telah mendapatkan asuransi sebanyak 121.457 orang. Jumlah itu terbagi pada mereka yang menerima bantuan asuransi dari Dirjen Perikanan Tangkap sejumlah 111.457 orang, ditambah mereka yang memperoleh bantuan dari APBD Jateng sebanyak 10.000 orang nelayan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Jelang EPA U-19, Kendal Tornado FC Youth Simulasi Jadwal Kompetisi
-
Kecelakaan Maut di Blora! Truk Rem Blong Tabrak 5 Motor, Satu Orang Tewas
-
Horor di Tol Semarang-Solo! Tronton Diduga Rem Blong Hantam 2 Truk, 1 Tewas di Tempat
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir