Kembali ke Keris Mbah Kuntjung, pada saat dirasuki sosok gaib yang mengaku sebagai Mbah Kuntjung, kemudian Rakam bertanya dengan menggunakan bahasa jawa halus, apakah bersedia jika ia disediakan altar khusus sebagai penghormatan.
"Mbah Kuntjung menyampaikan 'asal tidak merepotkan ya boleh'. Terkait dengan sajiannya, ia hany meminta wedang kopi celebek kemudian teh, air bening, buah dan jajanan pasar. Tapi Mbah Kuntjung tidaj berkenan sajian yang berasal dari hewan bernyawa. Misal daging atau ikan. Sehingga untuk selamatan hanya disediakan jajanan pasar," ujarnya.
Sejak saat itu, pihak klenteng mencari hari baik setelah adanya altar Mbah Kuntjung. Dengan sangat sederhana menggunakan meja kecil berwarna merah di samping Kongco Hok Tek Ceng Sin pada saat bangunan lama.
"Berkembangnya waktu altar Mbah Kuntjung ada pamor 3 buah keris yang berasal dari penasihat spiritual pada saat itu yang bernama Lifunwun. Beliau adalah ayah kandung dari Bambang Setianto. Pusaka tiga pamor keris ini ada di altar Mbah Kuntjung sejak tahun 1996," katanya.
Baca Juga: Jelang Imlek, Pedagang Musiman di Glodok Mulai Jajakan Perlengkapan dan Pernak-pernik
Tiga keris ini terdiri dari Keris Brojol yang melambangkan kelahiran manusia, keris Sapu Jagat yang berarti membersihkan diri dari hal-hal buruk, dan terakhir Cempana Carita yang berarti pembawa ketenangan.
Sejak tahun 2000 keberadaan altar Mbah Kuntjung sempat berpindah-pindah posisi. Yang awalnya di sebelah pojok selatan timur kemudian dipindah ke sisi utara bangunan klenteng usai mengalami kebakaran pada tahun 2012.
"Memang pusaka Mbah Kuntjung setelah mengalami kebakaran pindahkan sementara sambil perbaikan. Setelah bangunan selesai dibangun pada tahun 2016, altar Mbah Kuntjung kita tempatkan di sayap sebelah utara timur dari bangunan klenteng. Jadi kalau mau sowan tidak perlu masuk ke bangunan klenteng," ungkapnya.
Sejak ditempatkan di sisi utara bangunan klenteng, altar Mbah Kuntjung hampir setiap hari terdapat jajanan pasar. Pengirim berasal dari berbagai latar belakang bukan hanya keturunan Tionghoa saja.
"Ada orang yang istilahnya kirim selamatan untuk kehidupan keluarga mereka. Itu hampir tiap hari, kosong hanya pada hari Sabtu. Karena memang orang Banyumas menghindari hari itu. Tapi yang paling banyak jajanan pasar pada hari Senin Wage, Selasa Kliwon, Kamis Wage, dan Jumat Kliwon. Jumlahnya bisa sampai puluhan. Yang ngirim itu umat dan penghayat kepercayaan. Ada yang dari luar kota juga," tuturnya.
Baca Juga: 8 Potret Tradisi Sangjit Seleb Keturunan Tionghoa, Romantis dan Kental Budaya
Untuk menggambarkan keistimewaan Mbah Kuntjung, tidak sembarang orang bisa menjamas pada saat menjelang Hari Raya Imlek.
Berita Terkait
-
Viral Video ART Asal Banyumas Dianiaya di Jakarta, Polisi Cek CCTV dan Bakal Panggil Majikan
-
Sinopsis dan Pemeran Ranah Pusaka, Series Terbaru Vonzy
-
Pembunuh Ibu dan Anak dalam Toren di Tambora Diciduk, Pelaku Ditemukan Jadi Gelandangan di Banyumas
-
Unik! Masjid Arab di Tengah Pecinan Makassar, Jemaahnya Hanya Pria
-
Lestarikan Budaya Tionghoa-Indonesia: Kisah Inspiratif Elsa Novia dan Benteng Walking Tour
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri
-
Tak Hanya THR, Desa Wunut Tunjukkan Kepedulian Nyata Lewat Jaminan Sosial
-
Nikmati Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah Ramaikan Saloka Theme Park