Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Senin, 31 Januari 2022 | 13:56 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Dirlantas Kombes Pol Agus Suryo Nugroho dan jajaran melakukan patroli di sejumlah Pos Pelayanan Terpadu, Minggu (2/1/2022) malam. [Humas Polda Jateng]

Kapolda meminta tracking dan tracing ditingkatkan terutama pada masyarakat pendatang.

"Bhabinkamtibmas dan Babinsa kontrol, catat dan laporkan kasus positif di wilayahnya. Tandai rumah warga yang terkonfirmasi positif. Beri stiker isoman," perintahnya pada jajaran.

Dirinya menambahkan, bahwa masyarakat tidak boleh dibiarkan sembuh sendiri. Namun harus ada bimbingan dan pengawasan serta dipastikan mendapatkan penanganan secara tepat.

"Beri perhatian khusus pada warga yang Terkonfirmasi positif, arahkan untuk dirawat ke isoter. Tracking dan tracing harus terus berjalan. Mumpung angkanya masih kecil, masih bisa dikendalikan," kata Kapolda

Baca Juga: Tambah 10 Pasien, Bantul Catat 58 Kasus Aktif Covid-19

Irjen Ahmad Luthfi meminta agar para kapolres bersinergi dengan stakeholder terkait yang di wilayahnya terdapat kasus positif untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat sehingga lebih mudah dalam pengawasannya.

Namun ditegaskan, penanganannya harus dilakukan secara humanis dan tidak mengganggu perekonomian masyarakat yang saat ini mulai tumbuh.

"Penanganan covid yang dilakukan harus mengedepankan upaya Preventif dan preemptif. Tidak boleh mengganggu perekonomian masyarakat yang saat ini sudah membaik" kata Kapolda.

Bila semua ini berjalan baik, lanjutnya, penyebaran covid 19 di Jawa Tengah dapat terkendali dan perekonomian masyarakat dapat terus tumbuh.

"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, itu yang menjadi perhatian kita dan stakeholder terkait pada saat ini," tegas Kapolda.

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 29 Januari: Positif 5.765, Sembuh 1.777, Meninggal 10

Load More