SuaraJawaTengah.id - Baru baru ini curhatan tentang kasus pencabulan dan pelecehan seksual kembali viral di media sosial.
Peristiwa memilukan tersebut diketahui dari cuitan warganet di akun twitter @Revannya1212, Sabtu (29/01/2021).
Dalam cuitannya itu, warganet ini mengabarkan bahwa temannya yang masih berumur 14 tahun mengaku depresi. Hal itu disebabkan teman warganet ini menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri di Kabupaten Wonosobo.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati membenarkan kejadian tersebut.
Kejadian yang diduga terjadi 3 tahun yang lalu dan sudah sempat dilaporkan. Berdasarkan keterangan, korban mengalami trauma dan bullying yang mendalam, sehingga sering melakukan selfharm atau kekerasan kepada diri sendiri.
Menurut keterangan Dyah, korban sudah mencoba membenturkan kepala di dinding, mengkonsumsi obat melebihi dosis sampai melakukan percobaan bunuh diri, ungkapnya di Kantor Dinas PPKBPPPA, Senin (31/01/2022).
“Sebenarnya pada bulan November 2021 kami sudah menerima laporan ini, dan korban sudah dalam penanganan intensif oleh tim psikolog PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) pada dinas yang kami ampu,” ungkap Dyah.
Pihaknya kini tengah melakukan koordinasi dengan Perangkat Daerah (Pemda) diantaranya Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) dan Unit PPA Polres Wonosobo, guna merumuskan langkah penanganan lebih lanjut.
“Hal penting yang harus kita jaga adalah korban dan terduga pelaku, karena keduanya masih usia anak. Kami telah mengkoordinasikan dengan jajaran Disdikpora, untuk merumuskan upaya terbaik yang harus dilakukan, jangan sampai keduanya putus sekolah,” jelasnya.
Ia juga mengimbau kepada setiap orang tua sebagai support sistem untuk selalu dekat dan melindungi anak-anak dari potensi dan ancaman kekerasan terhadap anak. Selain itu, pihaknya berharap masyarakat dapat mempercayakan penanganan kasus serupa kepada Dinas PPKBPPA.
Hal tersebut bertujuan agar tidak memberikan informasi maupun pernyataan yang justru berpotensi memperburuk keadaan.
“Jangan sampai hal-hal yang kita perbincangkan justru menambah kondisi trauma yang mendalam bagi korban, memperburuk kondisi psikologi korban maupun terduga pelaku dan keluarga, kami akan terus berjejaring dengan jajaran perangkat daerah terkait, pihak berwenang dan organisasi atau lembaga pegiat isu anak untuk mengawal dan menangani kasus ini sampai dengan tuntas,” pungkasnya.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Nongkrong Seharian di Blok M Hub Makin Seru Bareng BRIZZI ARKIV
-
Basecamp Nyaman Sebelum ke Dieng, Ini 3 Hotel di Kota Wonosobo dengan Alat Pemanas
-
Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi