- Seorang pemuda 19 tahun dikeroyok rombongan tongtek saat mencari makan sahur di Pati, 16 Maret 2026 dini hari.
- Pengeroyokan di Desa Ngagel diduga bermula dari provokasi antar desa yang dilontarkan salah satu anggota rombongan tongtek.
- Korban luka akibat lemparan batu dan jatuh setelah dikejar; polisi kini sedang menyelidiki serta mengumpulkan bukti.
SuaraJawaTengah.id - Tradisi tongtek atau kegiatan membangunkan sahur kembali memakan korban di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seorang pemuda berusia 19 tahun dilaporkan menjadi korban pengeroyokan saat melintas di lokasi rombongan tongtek pada Minggu dini hari, 16 Maret 2026.
Insiden tersebut terjadi di wilayah Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati sekitar pukul 02.30 WIB. Korban yang diketahui berinisial MAS mengalami luka setelah dikeroyok oleh sekelompok pemuda yang sedang melakukan kegiatan tongtek.
Berikut sejumlah fakta penting terkait tragedi tongtek yang kembali terjadi di wilayah Pati.
1. Terjadi Saat Korban Mencari Makan Sahur
Peristiwa pengeroyokan terjadi ketika korban bersama dua rekannya sedang mencari warung untuk makan sahur.
Korban MAS yang berusia 19 tahun merupakan warga Desa Gerogolan, Kecamatan Dukuhseti. Saat kejadian, ia berboncengan sepeda motor bersama dua temannya, yakni BDS berusia 20 tahun dan LAO berusia 17 tahun.
Ketiganya menggunakan sepeda motor jenis matik dengan posisi berboncengan tiga orang.
Ketika melintas di perempatan Mantriono, Desa Ngagel, mereka berpapasan dengan rombongan pemuda yang sedang melakukan kegiatan tongtek atau membangunkan warga untuk sahur.
Situasi yang awalnya biasa saja kemudian berubah menjadi konflik yang berujung pada aksi kekerasan.
Baca Juga: OTT Bupati Sudewo, KPK Amankan Rp2,6 Miliar! Inilah Alur Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
2. Diduga Dipicu Provokasi Antar Desa
Menurut keterangan kepolisian, peristiwa pengeroyokan diduga bermula dari provokasi yang dilontarkan oleh salah satu anggota rombongan tongtek.
Saat korban dan teman temannya berpapasan dengan rombongan tersebut, salah satu pemuda dari kelompok tongtek diduga meneriakkan nama desa asal korban.
Teriakan tersebut diduga memicu sentimen antar desa yang kemudian membuat situasi memanas.
Setelah provokasi tersebut terjadi, beberapa pemuda dari rombongan tongtek langsung mendekati korban dan berusaha melakukan pemukulan.
Diperkirakan ada sekitar enam orang yang terlibat dalam upaya pengeroyokan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
BRIN Minta Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar Diterapkan Bertahap
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
BRI Perkuat Bekal Kewirausahaan PMI Taiwan, Siapkan Langkah Membangun Usaha di Tanah Air
-
Pembangunan Stadion Kendal Tornado FC Disiapkan, Jadi Tonggak Kemajuan Sepak Bola Daerah