SuaraJawaTengah.id - Kondisi cuaca dengan intesitas hujan yang tinggi atau fenomena La Nina mempengaruhi hasil panen. Seperti di Kabupaten Cilacap yang mengalami penurunan hasil panen padi.
Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, menyatakan, produksi padi di wilayah tersebut pada 2021 turun lebih dari 62 ribu ton jika dibandingkan dengan 2020.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Sigit Widayanto mengatakan produksi padi pada 2021 mencapai 832.442 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen 128.235 hektare, sedangkan tahun 2020 sebanyak 894.791 ton GKG dengan luas panen 133.982 hektare.
"Penurunan produksi padi pada tahun 2021 disebabkan curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah dan terjadi banjir, sehingga mundur tanam serta menurunkan produktivitas,' kata Sigit dikutip dari ANTARA di Cilacap, Rabu (2/2/2022).
Selain itu, kondisi alam yang ekstrem dengan hujan lebat disertai angin menjadikan tanaman padi banyak yang roboh sehingga menurunkan produksi/produktivitas.
Menurut dia, musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung panjang berdampak terhadap penurunan luas tanam, panen, dan produktivitas baik tanam padi maupun tanaman pangan lainnya.
"Sementara produksi padi tahun 2020 turut dipengaruhi oleh kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2019 yang berdampak pada mundurnya musim tanam pertama 2019-2020, sehingga masa panennya pada awal 2020. Kondisi tersebut mengakibatkan penambahan luas panen dan produksi pada tahun 2020," kata Sigit yang juga Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap.
Ia mengatakan fenomena La Nina yang memicu terjadinya kemarau basah dengan curah hujan yang merata pada tahun 2020 telah mendukung peningkatan luas tanam, luas panen, dan produktivitas, baik tanaman padi maupun tanaman pangan lainnya.
Selain itu, kata dia, kondisi iklim yang normal dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang rendah menjadikan produktivitas meningkat.
Baca Juga: Modern Rice Milling Plant Bulog di Kendal Siap Produksi Beras Premium
Pada 2022, Pemkab menargetkan produksi padi di Kabupaten Cilacap mencapai 842.897,09 ton dengan luas tanam 133.054 hektare dan rata-rata produktivitas sebesar 63,35 kuintal per hektare.
"Luas panen padi periode Januari hingga Maret 2022 diprediksi mencapai 56.928 hektare yang merupakan pertanaman pada musim tanam pertama 2021-2022 dengan perkiraan produksi 358.650 ton GKG," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
Terkini
-
Jelang HUT ke-131, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan dan Memajukan Negeri
-
Hubungkan Investor Global dengan Indonesia, BRI Buka Peluang Bisnis bagi Korporasi dan UMKM
-
62 Pasangan Nikah Gratis di Jateng, Langsung Dapat Modal Usaha untuk Bangun Keluarga Sejahtera
-
Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng 2026 Jadi Angin Segar Bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah
-
BMKG Ingatkan Warga Cilacap Siaga Tsunami Kapan Pun, Gelombang Berpotensi 15 Meter