- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mencatat realisasi investasi sebesar Rp23,02 triliun pada triwulan pertama tahun 2026.
- Investasi berperan vital dalam penyediaan modal, teknologi, dan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Jawa Tengah.
- Kolaborasi pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan ekosistem inovasi yang inklusif serta mampu membuka lapangan kerja baru.
SuaraJawaTengah.id - Ekonomi kreatif di Jawa Tengah perlu terus dikuatkan seiring terus membaiknya angka investasi di provinsi ini.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, kinerja investasi di provinsi ini pada triwulan I 2026 mencatat realisasi Rp23,02 triliun.
“Ini tentu membanggakan di tengah situasi geopolitik yang penuh tantangan. Namun demikian, tentu kita juga berharap ini juga bisa berdampak pada bagaimana beriringan menumbuhkan ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif menegaskan, investasi berperan vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui penyediaan modal, teknologi, dan infrastruktur yang mendukung kreativitas.
“Apalagi, ekonomi kratif ini tidak hanya dimiliki oleh anak muda, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Ekonomi kreatif, jelas Kakung, bukan lagi sekadar potensi, melainkan tambang baru yang tumbuh dari daerah dan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah, industri akademisi, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi kreatif ini,” jelas Kakung.
Dengan kolaborasi, kata Kakung, maka bisa terbentuk ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
“Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan penyediaan pelatihan, perlindungan hak cipta, kemudahan akses modal, dan penciptaan kebijakan yang mendukung kesetaraan akses,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan
Ekonomi kreatif, kata Kakung, memiliki karakteristik yang berbeda dari sektor industri sebelumnya. Jika sektor-sektor sebelumnya lebih mengandalkan mesin, industri ekonomi kreatif berpusat pada kemampuan sumber daya manusia dalam menciptakan nilai melalui kreativitas.
"Inovasi yang lahir meliputi berbagai bidang, seperti desain, seni pertunjukan, kuliner, film, hingga teknologi informasi," bebernya.
Dengan fokus pada penciptaan produk orisinal dan menarik, industri ini tidak hanya menawarkan barang atau jasa, tetapi juga memberikan pengalaman dan nilai emosional kepada konsumen.
"Imbuasnya juga akan berperan penting dalam membuka lapangan kerja baru yang lebih beragam dan inklusif," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Warga Semarang Siapkan Payung, BMKG Prakirakan Hujan Merata di Pulau Jawa Hari Ini
-
Santri Lawan Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati: Korban dan Saksi Baru Muncul
-
Waisak 2026 di Borobudur Diprediksi Membludak: 33 Ribu Umat Siap Padati Kawasan Candi
-
Intip Spesifikasi Indomobil QT: Motor Listrik Rp15 Jutaan Cocok Buat Pelajar di Semarang
-
Galaxy AI di Samsung Galaxy S26 Series untuk AI Photo dan Video Editing Seperti Content Creator