SuaraJawaTengah.id - Kasus Covid-19 di Kota Tegal kembali melonjak setelah sekitar tiga bulan nol kasus. Penambahan bed isolasi di rumah sakit dan tempat karantina di rusunawa mulai disiapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Sri Primawati Indraswari mengatakan, sejak 26 Januari 2022 mulai terjadi peningkatan kasus positif Covid-19. Sebelumnya, sejak Oktober 2021 tidak ada penambahan kasus.
"Data kemarin ada 36 kasus aktif, per hari ini bertambah 17 kasus. Ini penambahan tertinggi sejau ini. Jadi jumlahnya menjadi 53 kasus aktif," kata Prima, Kamis (3/2/2022).
Menurut Prima, dari 53 kasus aktif tersebut, ada 12 orang yang dirawat di tiga rumah sakit rujukan Covid-19. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah.
Baca Juga: Ada Guru Terjangkit COVID-19, Satu SMP Negeri di Cimahi Ditutup Sementara
"Pasien yang dirawat di rumah sakit belum ada yang sampai dirawat di ruang isolasi ICU. Artinya gejalanya belum berat," katanya.
Menurut Prima, langkah antisipasi sudah disiapkan menyusul adanya lonjakan kasus tersebut. Di antaranya dengan menambah bed isolasi di rumah sakit.
"Kemarin rumah sakit sudah saya minta untuk menambah bed isolasi suapaya BOR tidak lebih dari 60 persen. Saat ini jumlah bed isolasi hampir 100 bed. Untuk BOR-nya di bawah 40 persen. Masih terkendali, tapi kita tetap antisipasi penambahan, termasuk bed isolasi di ICU," katanya.
Selain penambahan bed isolasi di rumah sakit, Prima menyebut tempat karatina terpusat di rusunawa untuk pasien positif bergejala ringan juga sudah disiapkan dengan kapasitas 64 bed.
"Rusunawa sudah kita siapkan. Jadwal jaganya sudah ada. Manakala sewaktu-waktu dibutuhkan sudah siap. Di situ ada dokternya, perawatnya dan ambulans. Saat ini belum digunakan. Kita lihat perkembangan kasusnya bagaimana," jelasnya.
Baca Juga: Kelurahan Belimbing Bontang Zona Oranye Corona, Terungkap Ini yang Mendominasi Kasus
Prima mengatakan, antisipasi lain yang dilakukan yakni testing, tracing dan treatmen. Testing dilakukan secara acak di sekolah, instansi dan lingkungan warga yang terdapat pelaku perjalanan.
Berita Terkait
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!
-
Survei: Milenial Rela Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Rumah Modern Minimalis
-
Trump Tarik AS dari WHO! Salahkan Penanganan COVID-19
-
Kronologi Dewi Soekarno Didenda Pengadilan Jepang Rp3 Miliar Gegara Pecat Karyawan
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Habbie, UMKM Minyak Telon Binaan BRI Tampil dengan Prestasi Keren di UMKM EXPO(RT) 2025
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025