SuaraJawaTengah.id - Ramainya berbagai isu yang berkembang di masyarakat melalui media sosial terkait proses pengukuran lahan oleh BPN di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo turut menjadi perhatian sejumlah tokoh setempat.
Salah satunya tokoh sekaligus ulama Kabupaten Purworejo, Habib Hasan Bin Agil Baabud.
"Sebagai tokoh agama dari Purworejo, saya turut prihatin dan sedih dengan adanya pemberitaan di media sosial yang tidak sesuai dengan kenyataan tentang kegiatan pengukuran lahan di desa Wadas," ungkap Habib Hasan dalam sebuah video yang diterima, Kamis (10/2/2022).
Disampaikannya bahwa program dari pemerintah dan dengan pendampingan dari aparat yang dilakukan di desa Wadas tidak bertujuan untuk menyengsarakan rakyat ataupun merampas hak rakyat.
"Jadi Insya Allah semua ada manfaat dan maslahatnya," tuturnya.
Dirinya meminta agar masyarakat menyudahi miskomunikasi dan misinformasi yang berkembang di media sosial. Menurutnya, hal tersebut hanya akan merugikan masyarakat.
"Kami Insya Allah lebih mengerti karena ada di Purworejo dan dekat dengan kami. Bukan kami (dari wilayah) tetangga, bukan hidup di luar jawa. Kebetulan kami juga tahu persis daerah sana (Wadas dan sekitarnya)," ungkap ulama kharismatik tersebut.
Disampaikan juga rasa terima kasihnya pada para petugas yang menjalankan tugasnya demi kelancaran kegiatan pengukuran lahan di desa Wadas.
"Kita hanya bisa mendoakan semoga semua diberi petunjuk dan hidayah dari Allah SWT, dengan niat supaya bangsa dan negara Indonesia lebih maju, tidak tertinggal dari negara lain dan rakyatnya lebih tertata," ujarnya.
Baca Juga: Pedas! Fahri Hamzah Sentil Anggota DPR RI Dapil Wadas: Mana Ndasmu?
Senada dengan yang disampaikan Habib Hasan, Ketua Ittihadul Muballighin Ponpes Lirboyo di Purworejo, Muhammad Faqih Muqodam juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa memfilter berita yang hoaks dan yang asli.
"Saya mengajak pada masyarakat khususnya dari Purworejo untuk tidak termakan berita-berita hoaks. Proyek pemerintah dalam membangun Bendungan Bener adalah untuk kesejahteraan rakyat," tuturnya.
Diharapkan kepada masyarakat agar jangan mau diadu domba dengan berbagai berita yang dipelintir demi kepentingan tertentu.
"Berpandai-pandailah dalam menerima dan memfilter berita yang beredar karena kita hidup di era digitalisasi," demikian ucap ulama muda tersebut.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menegaskan pihaknya prihatin dengan adanya akun-akun provokatif dan postingan hoaks tentang situasi Desa Wadas.
"Setiap saat kita patroli cyber dan menemukan sejumlah akun provokatif terkait perkembangan situasi Desa Wadas dan hasutan untuk menolak pembangunan proyek Bendungan Bener," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Peta Jalur Rawan Longsor di Magelang: Waspada Saat Mudik Lebaran 2026!
-
Pertamina Siaga Penuh! Layanan Ekstra dan Antisipasi Dua Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jateng
-
Momen Penuh Makna, Danantara Rayakan Ultah Pertama dengan Hadiah Fantastis untuk Pelajar
-
Jangan Sampai Motor Mogok di Jalan! Ini 4 Titik Krusial yang Wajib Dicek Sebelum Mudik Lebaran
-
5 Fakta Aksi Napi Lapas Nirbaya Nusakambangan yang Kabur dan Ditangkap Warga