Bupati Banyumas Achmad Husein (kanan) saat melakukan inspeksi mendadak terkait ketersediaan minyak goreng di salah satu pusat perbelanjaan, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (19/2/2022). [ANTARA/Sumarwoto]
"Saat ini, penjualan dibatasi satu orang maksimal dua liter. Kami tidak jual dari pagi untuk menghindari adanya orang yang bolak-balik beli, sehingga kami atur jualannya pada siang, sore, dan malam hari," katanya.
Sementara, Pemilik Toko Intan Mas Purwokerto Dani Alexander juga mengaku terpaksa membatasi pembelian minyak goreng di tempat grosir miliknya.
Menurut dia, hal itu dilakukan karena pasokan minyak goreng dari distributor sangat sulit.
"Suplai terakhir dari distributor pada Januari lalu, biasanya seminggu sekali ada pasokan. Saya menyiasatinya dengan menjual 100 karton per hari, masing-masing berisi 12 liter, saya kira cukup untuk rumah tangga dan kebetulan hanya jual satu merek minyak goreng," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Harga Pertamax Melonjak Drastis, Tembus Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini!
-
Ratusan Guru di DIY Dilatih AI untuk Pangkas Beban Administrasi
-
Ke China Makin Praktis, QRIS Cross Border BRImo Kini Bisa Dipakai di Merchant Lokal
-
BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026, Cermin Pentingnya Wealth Management
-
Sajajar Desak Kemenag Tindak Tegas Pelaku Pembubaran Kemah Ahmadiyah di Karanganyar