SuaraJawaTengah.id - Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan informasi pembatalan festival film pendek di kalangan pelajar tingkat nasional secara mendadak.
Padahal mulanya festival tersebut memperlombakan pembuatan film pendek dengan tema 'Hidup adalah Investasi' yang diperuntukkan untuk kalangan pelajar.
Hadiah yang diberikan untuk para juara nanti pun tak sedikit. Pasalnya juara satu akan mendapat uang sebesar Rp30 juta, juara dua Rp20 juta, juara tiga 10 juta dan juara favorit Rp5 juta.
Melalui akun instagramnya, Sinekreat Media selaku penyelenggara festival film pendek tersebut menjelaskan alasan pembatalan itu karena pihak sponsor terjerat sebuah kasus pidana.
"Kami sebagai bagian dari ekosistem perfilman di Indonesia mendukung dan menjaga keberlangsungan ekosistem kreatif yang bersih dan kondusif dari praktik usaha yang merugikan masyarakat," ucapnya melalui akun @sinekreat.
"Sehubungan dengan terjadinya kasus pidana oleh perusahaan robot tranding bermerek Viral Blast Global yang sekaligus merupakan sponsor tunggal Blastival Festival Film Pelajar dan Mahasiswa 2022. Kami sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut yang telah merugikan banyak pihak, termasuk keberlangsungan kegiatan Blastival Film Pelajar dan Mahasiswa 2022,"
"Maka dengan demikian, kami sebagai pihak pelaksana menyatakan sikap untuk menghentikan dan membatalkan penyelenggaran kegiatan tersebut. Sekaligus memutus segala bentuk kerja sama dengan pihak Viral Blast Global dan mendukung penuntasan proses hukum yang dilaksanakan oleh pihak berwajib," jelasnya.
Atas ketidaknyaman pembatalan festival film tersebut, Sinekreat Media pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta yang telah mendaftar.
Informasi pembatalan festival tersebut rupanya lansung dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka yang kecewa dan murka dengan pihak penyelenggara yang tidak profesional.
Baca Juga: Kemenparekraf Gelar Festival Film Pendek, Family Sunday Movie 2022
Pasalnya para peserta sudah banyak yang mengirimkan karya filmnya. Sehingga wajar mereka murka karena biaya produksi membuat sebuah film pendek tentunya tidaklah sedikit.
"Kasian lo kak pada bela-belain bikin film udah ngeluarin tenaga dan budget yang ngga sedikit. Udah ngelibatin banyak orang juga di dalam setiap filmnya. Masa kita yang udah pada usaha cuman dapat pesan dibatalin," keluh akun @ignatiuspra**.
"Saya sebagai editor, kameramen, sound desigm mati-matian ngedit sampai demam. Dari akhir januari sampai tanggal 19 submit merasa kecewa. Semoga ada solusi bukan klarifikasi," kesal akun @ignatius_ba**.
"Wah wah nggak profesional sekali. Nggak bisa reseach background sponsor kak? Mau diajarin nggak," ungkap akun @deandrey**.
"Masalah pembatalan itu urusanmu dengan sponsor. Tanggung jawabmu terhadap peserta ya harus di penuhi. Rugi kok ajak-ajak kan lucu," sahut akun @nizar**.
"Sebaiknya cari solusi lain agar tidak banyak merugikan banyak orang. Bukannya diberhentiin atau dibatalkan secara mendadak begini. Kasian yang sudah berjuang keras, mati-matian sampai sakit segala macam. Tolong dimengerti, sebaiknya ditunda sementara waktu bukan dihentikan," tegas akun @lihamda**.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Menjemput Peluang di Tengah Krisis: Harap Cemas Industri Percetakan Jogja Menanti Kebangkitan
-
Jateng Darurat Campak! 2.188 Kasus Suspek Terdeteksi
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Antisipasi Krisis Pangan, Sarif Abdillah Minta Pemda Segera Bergerak Sebelum Kemarau Puncak
-
Cuan Rp1 Miliar Per Bulan dari Oplos LPG Subsidi, Sindikat di Jateng Akhirnya Dibekuk Polisi!