SuaraJawaTengah.id - Kementerian Kesehatan melaporkan kasus konfirmasi positif harian bertambah 37.259 orang pada Kamis (3/3/2022). Dari data tersebut Jawa Barat tercatat sebagai provinsi penyumbang kasus terbanyak, sementara Jawa Tengah pada posisi keempat setelah DKI dan Jawa Timur.
Di sisi angka kesembuhan harian terlaporkan bertambah 42.154 orang, sedangkan angka kematian 232 kasus atau menurun dari hari kemarin yang mencapai 376 pasien meninggal.
Jawa Barat melaporkan konfirmasi positif harian mencapai 7.645 kasus, 10.667 sembuh, dan 24 orang dinyatakan meninggal dunia. DKI Jakarta mengikuti di urutan kedua dengan 4.669 terkonfirmasi positif, 7.882 sembuh, dan 20 meninggal dunia.
Jawa Timur 4.135 orang terkonfirmasi positif, 5.469 sembuh, dan 44 meninggal dunia, sedangkan Jawa Tengah angka terkonfirmasi positif bertambah 3.244 orang, 1.203 sembuh, dan 45 meninggal dunia.
Jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Indonesia sejak kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 pertama diumumkan pada Maret 2020 sampai sekarang seluruhnya 5.667.355 kasus dengan jumlah penderita yang sudah sembuh total 4.986.391 orang dan pasien yang meninggal dunia 149.268 orang.
Kasus aktif berkurang 5.127 kasus sehingga total menjadi 531.696 orang dan dinyatakan suspek sebanyak 23.198 jiwa, sedangkan spesimen yang diperiksa mencapai 387.296 orang.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mendeteksi sekitar 252 kasus BA.2 yang merupakan varian mutasi COVID-19 dari Omicron di Indonesia berdasarkan pengamatan jumlah kasus hingga Februari 2022.
"Terkait varian BA.2 sebenarnya kita sudah mendeteksi varian ini. Kalau kita lihat jumlah varian BA.2 yang saat ini sudah bisa deteksi itu sekitar 252 varian," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi.
Ia mengatakan varian BA.2 memiliki karakteristik lebih cepat menular dan juga meningkatkan keparahan pasien yang terpapar. Tetapi varian tersebut dipastikan belum mendominasi di Indonesia.
Baca Juga: Apa Itu Long Covid? Berikut Penjelasannya Lengkap dengan Gejala dan Pencegahan
"Tapi dari pola yang ada hingga saat ini memang tak hanya di Indonesia tapi di dunia 90 persen itu Omicron didominasi BA.1," katanya.
Pemerintah tetap mengimbau warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa
-
Nongkrong Seharian di Blok M Hub Makin Seru Bareng BRIZZI ARKIV
-
Basecamp Nyaman Sebelum ke Dieng, Ini 3 Hotel di Kota Wonosobo dengan Alat Pemanas
-
Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng