Ruwah sendiri sering dikonotasikan oleh orang Jawa sebagai bulan ruh atau bulan arwah. Dalam Islam, bulan Rojab dan Syaban adalah bulan penting sebagai persiapan menghadapi Bulan Suci Ramadan.
Di beberapa daerah di Magelang-Temanggung terutama di kawasan lereng Merapi, Merbabu, dan Sumbing, perayaan nyadran bahkan lebih semarak dibandingkan Lebaran.
Panitian dusun mendata sanak keturunan yang leluhurnya dimakamkan di makam dusun. Utusan khusus akan dikirim untuk menyampaikan undangan nyadran secara lisan.
Keluarga yang tinggal jauh di perantauan dikabari dan diharapkan pulang saat nyadran.
Upacara nyadran biasanya dipusatkan di kompleks pemakaman dusun. Jika tempatnya tidak memungkinkan untuk menampung banyak orang, acara diadakan di halaman masjid atau mushola.
Nyadran di Dusun Krecek dan Gletuk digelar di jalan menuju makam dusun. Memikul tenong berisi aneka makanan, warga berjalan kaki sejauh 1 klometer menuju makam.
Di lokasi acara, tikarpun dihamparkan. Seluruh warga duduk sama rendah, berbaur tanpa membedakan derajat sosial dan perbedaan agama.
Tak lama berselang, tahlil yang dipimpim pemuka agama Islam mulai dibacakan. Setelah selesai giliran para biksu merapal doa, diikuti puji-pujian yang dibacakan tokoh Kristen.
“Yang Muslim nyadran, kita juga ada nyadran. Sama. Dengan demikian tidak ada pembeda, tidak ada penyekatnya. Kerukunan itu akan bisa terangkat. Mungkin bisa ditiru daerah-daerah lain yang belum bisa terangkat tradisinya atau merawat budaya,” kata Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Suwardi.
Baca Juga: Brak! Truk kontainer Tabrak Bangunan Termasuk Showroom di Temanggung, 12 Motor Tergilas
Menurut Suwardi, nyadran lintas agama bertujuan mengangkat kearifan lokal. Bahwa di Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Temanggung, masyarakat berbeda agama bisa membaur melaksanakan adat tradisi bersama-sama.
“Dalam kearifan lokal kita nggak ada pembeda dalam arti pembaurannya ke masayakarat keseluruhan. Baik Islam, Katolik, Hindu, Buddha, itu nggak ada pembeda. Toh leluhurnya sama.”
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis