- Tanjakan Silayur di Semarang sering terjadi kecelakaan truk akibat lemahnya pengawasan jam operasional dan kelebihan muatan kendaraan.
- Dua insiden kecelakaan truk berat terjadi pada bulan April 2026 yang menyoroti pelanggaran aturan di jalur tersebut.
- Anggota DPRD Jateng mendesak pemerintah memperketat pengawasan rutin serta menerapkan solusi teknis demi keselamatan pengguna jalan umum.
SuaraJawaTengah.id - Tanjakan Silayur di Jalan Prof. Hamka, Semarang, kembali menjadi sorotan tajam setelah rentetan kecelakaan kendaraan berat terus terjadi.
Anggota DPRD Jawa Tengah, Sudarsono, mendesak Pemerintah Kota Semarang dan aparat kepolisian untuk tidak lagi berkompromi dalam penegakan aturan demi melindungi nyawa masyarakat.
Ia menilai, pengawasan yang lemah menjadi penyebab utama jalur tersebut tak henti memakan korban.
Kekhawatiran publik, terutama dari kalangan mahasiswa, mengemuka dalam diskusi "Make & Hope" yang digelar Komunitas Transformasi Kota (Kotta) di Kopi Revolusi Semarang, Jumat (24/2/2026).
Menanggapi keresahan tersebut, Sudarsono menekankan bahwa keselamatan warga tidak bisa ditawar.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jalur Silayur ini merupakan kawasan padat kendaraan dan aktivitas warga. Jangan sampai kelalaian dalam pengawasan justru menimbulkan korban jiwa yang seharusnya bisa dicegah,” tegas Sudarsono.
Julukan "jalur tengkorak" yang disematkan warga pada Tanjakan Silayur bukanlah tanpa alasan. Kontur jalan yang menanjak curam menjadi momok menakutkan, terutama bagi kendaraan berat yang sering mengalami rem blong atau gagal menanjak.
Catatan kelam ini bertambah panjang dengan dua insiden dalam waktu berdekatan pada bulan April 2026. Pada Jumat, 10 April 2026, sebuah truk trailer meluncur tak terkendali sekitar pukul 09.30 WIB dan terguling.
Peristiwa nahas ini terjadi di luar jam operasional yang ditetapkan untuk kendaraan berat, yakni pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, menandakan adanya pelanggaran aturan yang lolos dari pengawasan.
Baca Juga: Cuaca Semarang Kamis 23 April 2026: Siap-siap Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Bakal Turun
Belum genap dua minggu, pada Rabu, 22 April 2026, kecelakaan serupa terulang. Sebuah truk bermuatan 27 ton kayu triplek gagal menanjak sekitar pukul 01.50 WIB.
Meskipun terjadi dalam jam operasional yang diizinkan, hasil pemeriksaan mengungkap fakta pelanggaran lain: kelebihan muatan atau overload. Batas maksimal muatan yang ditetapkan jelas dilanggar, menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya bolong dari sisi waktu, tetapi juga kapasitas angkut.
Melihat pola kecelakaan yang terus berulang, Sudarsono menilai ada dua titik kritis yang harus segera dibenahi: pengawasan jam operasional dan inspeksi kapasitas muatan.
Menurut politisi Gerindra ini, memaksa kendaraan dengan tonase berlebih melintasi tanjakan ekstrem seperti Silayur sama saja dengan mengundang maut.
“Selain soal jam operasional, beban muatan truk juga harus benar-benar diawasi. Medan jalan di Silayur ini menanjak dan cukup ekstrem. Kalau kendaraan dipaksakan membawa muatan berlebih, risikonya sangat besar bagi pengemudi maupun pengguna jalan lain,” ujarnya.
Persoalan ini, menurut berbagai pihak, memang kompleks. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bahkan mengakui adanya kekeliruan dalam tata ruang di masa lalu yang membuat kontur jalan tidak ideal untuk kendaraan besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026