SuaraJawaTengah.id - Harga hampir semua bahan pokok di pasar tradisional di Kota Tegal mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Kenaikan harga dikeluhkan penjual dan pembeli.
Pedagang bahan pokok di Pasar Pagi, Arifiyah (43) mengungkapkan, harga bahan pokok sudah mulai mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir.
"Hampir semua sudah pada naik. Termasuk minyak goreng juga masih mahal dan stoknya nggak ada," katanya, Rabu (9/3/2022).
Menurut Arifiyah, bahan pokok yang harganya mengalami kenaikan di antaranya telur. Harga bahan pokok ini melonjak dari Rp20 ribu per kg menjadi Rp25 ribu per kg. Kemudian gula pasir dari semula Rp13 ribu per kg menjadi Rp14 ribu per kg.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Siak Naik, Pembeli: Sekarang Bawa Rp100 Ribu Tak Dapat Apa-apa
"Selain sembako, bawang merah, bawang putih, dan cabai juga naik semua harganya," ujar Arifiyah.
Kenaikan harga tinggi terjadi pada bawang merah. Pasokan yang berkurang akibat cuaca ekstrim membuat harganya melonjak dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg. Sedangkan harga bawang putih naik dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp27 per kg.
Adapun cabai yang harganya naik drastis yakni cabai rawit merah. Harganya meroket dari Rp30 ribu per kg menjadi Rp60 ribu per kg.
"Kalau cabai keriting naik dari Rp45 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg. Cabai hijau besar dari Rp15 ribu menjadi Rp17 ribu," kata Arifiyah.
Arifiyah menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok seperti sudah tradisi ketika menjelang Ramadan. Sebab pasokan dari distributor normal.
Baca Juga: Tak Mau Menikahi, Tukang Rongsok di Tegal Tega Habisi Nyawa Kekasihnya yang Hamil
Dia berharap harga kebutuhan tetap stabil, terutama minyak goreng yang sudah sekitar sebulan harganya melonjak dan langka.
"Pembeli ngeluh naik semua. Akhirnya banyak yang mengurangi pembelian. Apalagi minyak goreng juga lagi mahal dan langka. Kalau kaya gini, jualannya semrawut," ucapnya.
Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Khamsah (41). Kenaikan harga bawang merah, bawang putih, dan sejumlah jenis cabai yang dijualnya membuat modal berjualan meningkat.
"Pembeli pada ngeluh. Penjual juga susah. Modalnya harus banyak karena harganya naik. Itu juga belum tentu laku banyak," tuturnya, Rabu (9/3/2022).
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
-
Warteg Lewat, Ini 7 Kuliner Khas Tegal yang Cuma Ada saat Lebaran
-
Wapres Gibran: Perbedaan Itu Mendewasakan dan Menyatukan Kita
-
Anggota Komisi IV DPR Rajiv Minta Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran
-
Persiapan Ramadan dan Idulfitri: Tips Belanja Bahan Pokok dengan Harga Terjangkau
-
Antisipasi Lonjakan Harga, Presiden Prabowo Instruksikan Menteri Kawal Stok Pangan Ramadan
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
Terkini
-
Jurnalis Dipukul dan Diancam Ajudan Kapolri: Kebebasan Pers Terancam di Semarang
-
Arus Balik Lebaran 2025: Baru 50 Persen Pemudik Kembali
-
Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?