SuaraJawaTengah.id - Anggota Komisi X DPR RI, A.S. Sukawijaya merespons kebijakan pemerintah yang sudah meniadakan tes Covid-19 baik tes Polymerase Chain Reaction (PCR) mau pun antigen untuk bepergian atau berwisata menggunakan mode transportasi udara, laut, atau pun darat.
Aturan mengenai syarat perjalanan terbaru tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang telah disahkan pada 8 Maret 2022.
Pada SE tersebut telah diatur bahwa pemerintah telah meniadakan tes PCR mau pun antigen bagi masyarakat yang sudah melakukan vaksin booster atau pun telah menjalani dua kali vaksin.
Kebijakan pemerintah ini lantas direspons oleh A.S. Sukawijaya atau yang selama ini kerap disapa Yoyok Sukawi, utamanya terkait pariwisata yang menjadi salah satu concern Komisi X di parlemen.
“Tentu mendukung ya kalau memang angka vaksinasi di Indonesia sudah tinggi dan baik untuk pariwisata. Semoga ke depan kebijakan ini mampu membawa angin segar bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Yoyok Sukawi dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/3/2022).
Yoyok Sukawi juga mengatakan bahwa saat ini yang terpenting kehati-hatian dari semua pihak untuk menghadapi Covid-19.
Salah satunya ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan perjalanan apabila sedang tidak enak badan.
“Yang terpenting hati-hati. Pemerintah harus hati-hati akan kebijakan baru ini dan masyarakat pun sama. Kalau badan gak enak, mending istirahat di rumah dulu,” tambah legislator Partai Demokrat ini.
Yoyok Sukawi juga berharap setelah ini pariwisata Indonesia kembali menjadi garda terdepan untuk pemulihan ekonomi setelah beberapa kebijakan baru diterapkan seperti penghapusan tes Covid-19 bagi yang sudah dua kali vaksin atau pun pemberlakuan tidak ada karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
Baca Juga: PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2, Dinkes DKI: Tren Kasus Covid-19 Makin Membaik
“Semoga pariwisata Indonesia kembali menjadi salah satu andalan untuk pemulihan ekonomi di negara tercinta kita ini. Bali, Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba atau destinasi pariwisata prioritas lainnya semoga semakin menggeliat dan menarik wisatawan untuk datang dan menghasilkan pendapatan bagi pekerja di bidang pariwisata,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah