SuaraJawaTengah.id - Cuaca hujan dengan intensitas tinggi melanda sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan sejak Senin (14/3/2022) malam. Pun tak terkecuali di langit Desa Nusawangkal, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.
Muhadi (60) saat itu tengah menyiapkan tenda untuk pesta pernikahan putrinya, Diana Triani dengan Anam Saputra.
Sejak Senin (14/3/2022), tenda mulai berdiri. Persiapan memasak untuk tamu hajatan pun sudah mulai dilakukan.
Terlebih undangan pernikahan sudah mulai disebar sejak Minggu (13/3/2022). Tak pernah terbayangkan olehnya, pesta pernikahan yang harusnya berjalan normal, terpaksa dilakukan dalam keadaan terendam banjir.
Muhadi, tak mengira jika lingkungan rumahnya menjadi salah satu lokasi yang tergenang banjir. Pasalnya, wilayah rumahnya bukan daerah rawan banjir. Bahkan banjir terakhir kali terjadi puluhan tahun lalu.
"Yang namanya hujan kan kita tidak tahu kapan terjadi. Hujan itu mulai hari Senin kemarin. Tapi air mulai tinggi itu hari Selasa pagi jam 08.00 WIB," ungkapnya saat ditemui Suarajawatengah.id, Rabu (16/3/2022).
Ia sebenarnya bisa saja menunda pernikahan anaknya, jika banjir ini terjadi sebelum hari Minggu (13/3/2022) kemarin.
Namun karena banjir secara mendadak terjadi hari Selasa (15/3/2022) pagi, mau tak mau dirinya tetap menggelar pesta pernikahan anaknya.
"Mungkin kalau sebelumnya hujan dari kemarin-kemarin bisa saya tunda (pernikahan). Tapi ini kan mepet sekali. Apa boleh buat. Sebenarnya saya ya susah sekali ini," jelasnya.
Baca Juga: Potensi Banjir Masih Mengintai, Warga di 20 Kecamatan di Kabupaten Bandung Diminta Waspada
Prosesi akad nikah pun dilakukan pukul 11.30 WIB. Karena, kondisi tenda digenangi banjir, akad pun dilaksanakan di atas panggung resepsi. Meski begitu, tidak mengurangi khidmatnya acara sakral ini.
"Alhamdulillah walaupun dengan kondisi seperti ini ya lancar tadi prosesi akadnya. Tadi akad jam setengah dua belas,", terangnya.
Pesta pernikahan dalam kondisi banjir sangat jarang terjadi. Pemandangan tak biasapun banyak dijumpai.
Para tamu yang datang terpaksa harus menerabas banjir. Jalan menuju kediamannya tak memungkinkan untuk dilewati kendaraan karena kedalam banjir mencapai 70 centimeter.
"Ini baru pertama kali ini (banjir). Terakhir banjir besar terjadi pada tahun 1985. Sampai sekarang baru kali ini terjadi lagi. Saya yang susah ya masak-masaknya. Akhirnya, meja dan kursi tamu yang ada di depan di pindah ke dapur disusun buat alas kompor," tuturnya.
Ketinggian air di dalam tenda bekisar 40 centimeter. Jika di halaman rumahnya mencapai 76 centimeter. Hal ini lah yang menyulitkan aktivitas tamu yang akan datang ke pesta pernikahan anaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian