SuaraJawaTengah.id - Belakangan ini aksi Pawang Hujan Rara Isti Wulandari saat ditugaskan untuk mengamankan cuaca di gelaran MotoGP Mandalika masih ramai dibicarakan publik di media sosial.
Banyak pihak menyebut jika ritual-ritual yang dilakukan Rara untuk menangkal hujan itu syirik. Meski tak sedikit juga pihak yang justru kagum dengan aksi Rara karena bagian dari kearifan lokal.
Menanggapi pro kontra pawang hujan, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun angkat suara. Melalui unggahan video di kanal youtubenya, Cak Nun tidak mensyirikan pawang hujan.
Ia percaya bahwa turunnya hujan ada makhluk-makhluk langit yang ditugaskan oleh Allah untuk mengatur hal tersebut.
"Hujan itu kan peristiwa fisikanya jelas, di dalam agama juga ada salat minta dan berhentiin hujan. Berarti kan ada yang mengatur. Bisa Tuhan langsung, bisa wakil-wakil Tuhan, atau makhluk-makhluk Allah seperti jin dan manusia," kata Cak Nun.
"Kenapa pawang hujan menyediakan cabai merah dan lain-lain. Pasti itu ada pesanan dari yang mempunyai kekuasaan terhadap hujan. Orang menyediakan property untuk meminta hujan, berarti ada komunikasi kepada penguasa hujan," paparnya.
Lebih lanjut, Cak Nun menceritakan kalau persoalan tersebut memang sulit dinalar. Akan tetapi, sudah banyak peristiwa yang telah terjadi berdasarkan hasil spritual seseorang.
"Pas gunung merapi meletus juga akan ada yang mengendalikan peta di sekitar gunung merapi. Kita pernah dengar yang mengendalikan lahar merapi itu kan ada mbah petruk, kiai Gringsing dan semacamnya" ungkap Cak Nun.
Cak Nun rupanya juga pernah memiliki pengalaman berinteraksi dengan penguasa hujan. Bedanya Cak Nun tidak menyediakan sesajen seperti yang dilakukan pawang hujan di Sirkuit Mandalika.
Baca Juga: Tak Sembarangan! Segini Harga Mangkuk Emas Pawang Hujan Rara yang Berasal dari Tibet
"Saya punya pengalaman ketika ada resepsi pernikahan di Monjali. Menjelang sore itu awan sudah menggelapkan Kota Yogyakarta dan ketika magrib air hujan sudah mulai turun,"
"Kemudian saya azan, dengan harapan Allah sayang sama anak saya supaya resepsinya aman. Tiba-tiba air hujan menyingkir dari wilayah itu. Semua wilayah hujan deras, terkecuali di Monjali. Terus orang-orang menyebut saya sebagai pawang hujan," jelas Cak Nun.
Sontak saja penjelasan Cak Nun tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka yang kagum dengan penjelasan yang disampaikan budayawan kelahiran Jombang tersebut.
"Subhanallah logikanya menyejukkan, mencerdaskan anak bangsa. Terima kasih Cak Nun, semoga panjang umur dan sehat selalu," ujar akun Mohamad Irvan**.
"Super cerdas masya allah penjelasannya mudah dimengerti. Semoga ditambahkan keberkahannya beliau," ucap akun blackmam**.
"Mbah Nun termasuk orang yang disayangi Allah. Sehingga doanya diijabah langsung karena tulus melayani umat, sehat selalu mbah," ungkap akun Adi Rosdian**.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal
-
Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau