SuaraJawaTengah.id - Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Nurhati Febriani, Sp.GK, FINEM, AIFO-K mengatakan bahwa masyarakat harus tetap menjaga asupan gizi seimbang selama bulan Ramadhan, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi individu.
"Bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa harus tetap memperhatikan asupan gizi seimbang, terutama saat berbuka atau makan sahur," kata Nurhati dikutip dari ANTARA di Purwokerto, Minggu (4/4/2022).
Dokter yang praktik di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, Jawa Tengah, itu menjelaskan asupan gizi seimbang diperlukan untuk mempertahankan berat badan yang ideal, mencegah kegemukan dan yang paling penting adalah dapat menjaga kebugaran dan kesehatan.
"Dengan demikian masyarakat akan tetap bugar dan sehat, sehingga dapat mendukung kelancaran ibadah puasa yang sedang dijalankan, terlebih lagi di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini diperlukan tubuh yang sehat dengan imunitas yang baik," katanya.
Nurhati Febriani menambahkan, saat berbuka puasa atau makan sahur masyarakat harus memperhatikan kandungan makronutrien, seperti karbohidrat, protein dan lemak, juga mikronutrien, seperti vitamin dan mineral serta air.
"Masyarakat juga sebaiknya membatasi konsumsi minum dingin dan es serta makanan pedas dan asam karena saluran cerna tidak dilalui makanan sekitar 12-15 jam, maka lambung akan lebih sensitif bila mengonsumsi makanan atau minuman jenis itu," katanya.
Selain itu, kata dia, masyarakat juga perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis karena akan dicerna lebih cepat dan otomatis juga akan cepat menyebabkan lapar.
"Hindari juga mengonsumsi kopi secara berlebihan karena akan menstimulasi tubuh untuk sering buang air kecil, cairan tubuh berkurang dan menyebabkan dehidrasi dan lemas," katanya.
Ia menambahkan bahwa mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang baik sangat dibutuhkan oleh setiap individu, terutama di Bulan Ramadhan.
"Bahkan perlu juga dipertahankan sepanjang tahun, sehingga tubuh akan makin fit, sehat dan bugar," katanya.
Sementara itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi banyak air putih, terutama saat sahur untuk proses pelarutan dan pengeluaran racun melalui air seni.
"Selain itu mengonsumsi banyak air juga penting untuk menjaga agar tidak menyebabkan dehidrasi dan lemas saat menjalankan ibadah puasa," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Kiai Cabul Ashari Menghilang, Polisi Terus Buru Pelaku Pelecehan Seksual Ndholo Kusumo
-
Novita Wijayanti Datangi Gudang Bulog Cilacap, Kawal Harga Gabah Petani dan Stok Beras
-
5 Fakta Menyeramkan Kasus Kiai Cabul Pati, hingga Saksi Mundur Ketakutan
-
Terkuak! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang
-
Warga Semarang Siapkan Payung Hari Ini! BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Kota Lumpia