SuaraJawaTengah.id - Warga Lombok ditetapkan menjadi tersangka karena membunuh dua begal yang mencoba melakukan pencurian dengan kekerasan. Korban Begal tersebut pun sempat ditahan oleh Polisi.
Namun beredar video pada di sesi tanya jawab konferensi pers di Polres Lombok, seorang jurnalis bertanya bagaimana seharusnya sikap masyarakat jika menghadapi begel, yang aman didepan hukum pasrah ? lari? atau bagaimana?
Video konferensi pers di Lombok itu yang diunggah akun instagram @majelisKopi08 pun viral. Publik juga ikut mempertanyakan bagaimana sikap polisi dengan kasus membela diri dari begal.
Pada sesi tanya jawab, jurnalis tersebut bertanya "Tips bagi masyarakat yang ketemu begal di jalan, seperti kronologi tadi, agar mereka tidak membunuhnya itu bagaimana ? dan mereka tidak menjadi korban," tanya sang jurnalis
Polisi tersebut pun menjawab "Karena di negara kita melakukan perbuatan main hakim sendiri kan dilarang. karena itu juga melakukan tindak pidana," ucapnya sang polisi.
Jurnalis kemudian kembali bertanya "Jadi harus larilah gitu? tinggalkan motor."
Jawaban polisi "Jadi paling tidak kalau keluar malam jangan sendirian, berteman. Apabila tahu kalau jalan-jalan sepi, jangan sendiri, dan jangan membawa barang-barang berharga."
Sang jurnalis "Jangan sampai membunuh begal?
Polisi: Perbuatan membunuh dinegara kita kan dilarang, siapa pun itu, karena dilindungi hukum. siapa pun itu.
Baca Juga: Tumbangkan 4 Begal Seorang Diri, Korban Malah Dijadikan Tersangka Pembunuhan Begal
Jurnailis tersebut kemudian memberikan pernyataan, "dan Begal jangan membunuh korban."
Petugas polisi itu pun kembali menjelaskan, "Beda itu, itu perbuatan kejahatan," jelasnya.
Sontak saja video itu pun langsung menyita perhatian dari warganet.
"Dan buat begal janganlah kau membegal .. gitu yaa," tulis @fridajoincoffee
"Lah yang ngebuhuh km 50 bebas?," tulis @ikbalbalz
"Dia bener karena main hakim sendiri dilarang, makanya jgn keluar malam sendirian tp minimal berdua, biar jd main hakim berdua. Applausee," tulis @bram.gallagher
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global
-
Tragis! Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Tewas, Diduga Alami Perundungan Kakak Kelas
-
Bawa 10,63 Gram Sabu dari Pontianak, Dua Kurir Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas
-
Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo
-
Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo Dimutasi, Digantikan Brigjen Roy Hardi Siahaan