SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pernah mengaku kepada budayawan Sujiwo Tejo bahwa ia bukan dari kalangan banteng.
Padahal Ganjar Pranowo dikenal seorang kader partai yang berlogo banteng alias Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Pengakuan Ganjar Pranowo di atas diketahui saat dirinya berbincang-bincang santai dengan Sujiwo Tejo di kanal youtube.
Pada satu momen Sujiwo Tejo kedapatan membahas hewan banteng dan memberitahu Ganjar Pranowo bahwa hewan tersebut buta warna.
"Katanya banteng itu buta warna mas," kata Sujiwo Tejo.
"Masa sih," jawab Ganjar Pranowo.
Kemudian Sujiwo Tejo menjelaskan bahwa banteng itu bisa menggeruduk semua warna tidak hanya warna merah saja.
"Alah jangan pura-pura, loh di Meksiko (matador) yang gini gini, itu cuman merah-merah, itu cuman dikelabuhi. Itu dia nggak tahu warna merah atau enggak,"
"Mau birunya PAN, Demokrat, Nasdem. Mau hijaunya PKB, PPP. Mau Kuningnya Golkar, kuning merahnya Gerindra, sampai putihnya PKS dan lain-lain, tetep saja diseruduk banteng," sambung Sujiwo Tejo.
Baca Juga: Dukung UMKM dan Dinilai Peduli Pada Perempuan, Ganjar Dapat Dukungan dari Srikandi Jateng
Lantas budayawan berusia 59 tahun itu memberikan pertanyaan kepada Ganjar Pranowo soal mengapa banteng bisa buta warna.
"Bisa dijelaskan gak kenapa banteng buta warna?," tanya Sujiwo Tejo.
Alih-alih bisa menjawab, Ganjar Pranowo justru tidak tahu menahu soal hal tersebut karena dirinya bukan banteng.
"Gak tahu saya, saya bukan banteng, saya manusia," ujar Ganjar Pranowo.
Mengetahui jawaban Ganjar Pranowo yang menyebut dirinya bukan banteng. Sujiwo Tejo langsung membercandai orang nomor satu di Jawa Tengah dengan memanggil nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Pramono Anung.
"Mbak Mega, dia mengaku bukan banteng loh, ayo gimana ini? Gimana sampean berani-beraninya ngaku bukan banteng. Pram koncoku Pram dia (Ganjar) dudu banteng loh," papar Sujiwo Tejo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis