SuaraJawaTengah.id - Lebaran 2022 menjadi berkah tersendiri bagi para penjual makan khas hingga para pengusaha persewaan mobil di Kota Semarang lantaran kembali diizinkanya mudik.
Tak terkecuali, penjual makanan khas Kota Atlas yakni Lumpia Gang Lombok, yang cukup dikenal oleh masyarakat hingga luar daerah.
Pengelola Lumpia Gang Lombok, Vincent menuturkan, lebaran tahun ini dirinya menyiapkan penambahan stok lumpia untuk mengantisipasi membludaknya pembeli.
Ada penambahan stok nanti dari normal, tapi belum bisa memastikan berapanya," ungkap Vincent kepada Suarajawatengah.id di Semarang, Sabtu (24/4/2022).
Ia mengatakan, dalam sehari Lumpia Gang Lombok mampu memproduksi hingga 500 biji. Vincent berencana akan menambah produksi hingga 300 biji tambahan.
"Nanti tergantung ketersediaan bahan baku. Sehari-hari kurang lebih 500. Kalau nambah ya bisa 800 biji total untuk arus mudik besok," jelasnya.
Selain menambah stok lumpia, dirinya juga berencana menambah pekerja di warung yang kelola selama menjelang Ramadhan.
"Nanti bakal tambah orang, sekarang ada enam pegawai. Mungkin bisa tambah jadi sepuluh orang," kata Vincent.
Vincent mengaku, kenaikan sejumlah bahan baku seperti minyak goreng membuat dirinya terpaksa menaikan harga satu biji lumpia.
Baca Juga: Izinkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran, Ini Alasan Menhub
Saat ini, ia harus menjual satu biji lumpia Rp20 ribu yang sebelumnya hanya Rp18 ribu.
"Bahan baku ada kenaikan, telur, kulit, minyak goreng, daging. Kenaikannya (harga lumpia) mulai Imlek sampai sekarang," terangnya.
Ia menceritakan, selama dua tahun pandemi lumpia dagangannya sempat sepi pembeli lantaran diterapkannya kebijakan PPKM hingga larangan mudik.
"Pas pandemi itu sempat sepi, pernah ada yang enggak beli sama sekali," ucapnya.
Vincent berharap, pada lebaran tahun ini akan kembali menghidupkan kembali usaha turun temurun yang ia kelola dan tetap eksis menjadi makanan khas Semarang.
"Semoga saja akan kembali ramai ditambah ini kan bakal ramai pemudik," harapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun