SuaraJawaTengah.id - Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanggrahan Kabupaten Temanggung, naik dua kali lipat saat libur Lebaran 2022 dibanding hari-hari biasa.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana.
"Terkait libur Lebaran yang panjang ini dan kebijakan pemerintah yang membolehkan mudik tentunya berdampak terhadap volume sampah yang membengkak hampir dua kali lipat," kata Hendra Sumaryana dikutip dari ANTARA di Temanggung, Sabtu (7/5/2022).
Ia menyebutkan rata-rata volume sampah yang masuk ke TPA Sanggrahan pada hari-hari biasa sebanyak 120 ton per hari, selama libur Lebaran meningkat menjadi 200 hingga 230 ton per hari.
Baca Juga: Jalur Alternatif Hindari One Way Arus Balik Mudik Lebaran 2022, Bebas Macet!
Untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah tersebut, pihaknya sudah menyiapkan sarana prasarana, tenaga, alat-alat, dan pemrosesan akhir di TPA Sanggrahan.
"Kami sudah inspeksi peralatan dan sudah kami cek masing-masing pelayanan, kami siapkan tenaga yang ekstra, peralatan yang ekstra untuk persiapan volume sampah yang melonjak hampir dua kalinya selama kurun waktu libur panjang Lebaran ini," katanya.
Ia menjelaskan petugas sudah dibuatkan jadwal dan hampir tidak ada libur Lebaran bagi para pengelola persampahan, yaitu penyapu, pengumpul persampahan sampai dengan pemrosesan akhir sampah diberi waktu libur hanya pada hari H Lebaran saja.
Sebelumnya jam kerja dimajukan, pada malam takbir itu para penyapu jalan dan pengumpul persampahan dan pengangkutan sampah rata-rata kerja sampai pukul 02.00 WIB, kemudian sampah didroping ke TPA sampai dengan pukul 03.00 WIB sehingga saat subuh sudah bersih.
"Dengan demikian, mereka bisa melaksanakan shalat Id dan merayakan Lebaran bersama keluarga, kemudian hari berikutnya sudah harus aktif lagi karena produksi sampah sangat banyak, khususnya sampah rumah tangga," katanya.
Ia mengatakan bahwa pada mudik Lebaran 2022 diperkirakan 600-800 ribu orang masuk ke Temanggung, konsekuensinya produksi sampah naik, karena rata-rata satu orang itu menghasilkan sampah 0,6 kilogram per hari.
Berita Terkait
-
Berkah Lebaran: Perajin Temanggung Sulap Keranjang Lokal Jadi Hampers Kue Kekinian
-
Gender Integrity Pact, Wujud Nyata Pemberdayaan Perempuan di Desa Tretep
-
Kiprah Ravi Murdianto di Liga 4, Kebobolan 13 Gol dan Gagal Lolos ke Delapan Besar
-
Taman Wisata Posong, Wisata Alam Cocok untuk Liburan Keluarga di Temanggung
-
Tingkatkan Produktivitas Petani Kopi, BNI Jelajah Kopi Khatulistiwa Hadir di Temanggung
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Arus Balik Lebaran 2025: Baru 50 Persen Pemudik Kembali
-
Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri