SuaraJawaTengah.id - Anies Baswedan mengaku tak menyangka jika dirinya bisa menjadi pejabat penting sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Sebelum memutuskan maju untuk ikut bertarung di Pilkada 2017. Anies Baswedan mulanya tidak ada niatan sama sekali untuk ikut memperebutkan kursi nomor satu di DKI Jakarta.
Terlebih di tahun 2016 yang lalu, Anies Baswedan diberhentikan menjadi Menteri Pendidikan oleh Presiden Jokowi.
"Allah itu bekerja dengan cara yang sangat misterius. Tanggal 23 September 2016 itu adalah tanggal pendaftaran Pilkada. Di tanggal yang sama juga saya dijadwalkan di New York untuk jadi pembicara di acara seminar pendidikan," kata Anis Baswedan dikutip dari akun TikTok @sadeok1**.
Saat mendekati hari untuk berangkat ke New York, ternyata Anies Baswedan jatuh sakit dan terpapar nyamuk demam berdarah.
"Sesudah idul adha kira-kira sekitar tanggal 15 September 2016 saya sakit kena nyamuk demam berdarah dan saya dirawat. Dokter juga mengatakan kepada saya untuk tidak berpergian jauh," paparnya.
Anis Baswedan tidak menyangka saat dirinya terbaring sakit. Ia didatangi dan tawarkan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
"Jadi kalau saat itu saya tidak sakit, saya lagi nggak di Jakarta dan saya nggak ikut proses (Pilkada) itu semua," ungkap Anies Baswedan.
Pasca ditawari jadi calon Gubernur DKI Jakarta tersebut. Anies tak serta merta langsung menerima. Ia saat itu minta pendapat terlebih dahulu pada orang tuanya.
Baca Juga: Anies Baswedan Dinilai Bakal Melejit di Pilpres 2024, JIS Jadi Bukti Kinerjanya
"Waktu itu saya sampaikan ke (Romahurmuziy) saya akan konsultasikan dulu ke ibu dan keluarga. Kalau ibu meridhoi saya akan jalan, bila ibu mengatakan tidak, saya tidak akan jalan,"
"Dan waktu itu ibu mengatakan bila ini memang panggilan dan tanggungjawab umat jalani. Kalau itu keinginan Anies jangan dijalani," tandasnya.
Anies Baswedan yang maju bersama Sandiaga Uno pun akhirnya berhasil memenangkan Pilkada 2017 usai mengalahkan pasangan Ahok-Djarot dan AHY-Sylviana Murni.
Kini masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan habis di bulan Oktober mendatang. Berkat kerja kerasnya selama tahun jadi pemimpin Jakarta, Anies Baswedan digadang-gadang bakal jadi calon presiden di tahun 2024 mendatang.
Di berbagai lembaga survei, elektabilitas Anies Baswedan cukup tinggi dan selalu berada diurutan teratas. Ia bersaing ketat dengan tokoh politik lainnya seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Erick Thohir yang juga digadang-gadang akan jadi suksesor Presiden Jokowi.
Untuk video lengkapnya, klik di sini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026