Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Minggu, 22 Mei 2022 | 20:30 WIB
Ketua DPC ProJo Kabupaten Raja Ampat, Samuel Titus Rumbarak dan Ketua Umum ProJo, Budi Arie Setiadi saat penutupan Rakernas di Borobudur, Minggu (22/5/2022). [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Dewan Pimpinan Daerah ProJo Papua Barat dan DPC ProJo Raja Ampat legowo usulan nama calon presiden tidak muncul pada Rekernas ke-5. Mereka patuh pada arahan Joko Widodo.

“Kami sudah sampaikan (Gajar Pranowo sebagai calon Presiden 2024), namun Pak Presiden menyampikan ProJo harus ‘ojo kesusu’. Sebagai ProJo ya kami tetap akan mendengar putusan Pak Jokowi,” ujar Samuel Titus Rumbarak.

Rakernas ProJo ke-5 tidak menyebut nama calon yang akan diusung pada Pilpres 2022. Rakernas bahkan tidak menghasilkan rekomendasi kriteria figur yang akan didukung oleh kelompok terbesar relawan Joko Widodo tersebut.

Menurut Ketua Umum ProJo, Budi Arie Setiadi, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemilihan calon presiden 2024 dilakukan dengan tidak terburu-buru.

Baca Juga: Analisis Pidato, Pengamat Ungkap Dukungan Jokowi ke Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

“ProJo belum memiliki prevalensi (kelaziman) untuk mendukung nama-nama capres tertentu karena masih ada dinamika. Aspirasinya masih sangat beragam dari seluruh wilayah,” kata Budi Arie, Minggu (22/5/2022).

Hasil Rakenas ProJo akan menyiapkan mekanisme menjaring aspirasi dan suara rakyat terkait calon presiden 2024, melalui mekanisme Musyawarah Rakyat.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Load More