SuaraJawaTengah.id - Sistem khilafah untuk diterapkan jadi dasar negara Indonesia masih sering diperbincangkan publik di media sosial.
Bagi mereka yang mendukung sistem ini menilai bahwasanya sistem khilafah mampu menyelesaikan persoalan bangsa seperti korupsi, dan masalah lainnya.
Kekinian, ada seorang netizen di twitter yang menyuruh tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir untuk menjelaskan alasannya menolak sistem khilafah.
"Bisakah anda menjelaskan apa ketakutan anda atau apa alasan terbesar kalian menolak sistem khilafah yang notabene peninggalannya nabi SAW. Kalau ada dan logis menjawab aku berhenti bicara tentang khilafah," kata seorang warganet dengan akun @janz**.
Mengetahui pertanyaan itu, Gus Nadir pun langsung membeberkan fakta mengerikan soal sistem khilafah dengan menyuruh warganet itu untuk membuka sebuah kitab.
"Bacalah di kitab Thabari, Ibn Katsir, Suyuthi dan Ibn al-Atsir bagaimana pertumpahan darah, korupsi, negara bangkrut di masa khilafah, bro @janz** akhirnya bubar," balas Gus Nadir.
Dosen hukum di Monash University ini mengatakan jika sebagian umat muslim ngotot ingin memperjuangkan sistem khilafah. Gus Nadir khawatir akan banyak perang saudara antar suku di Indonesia.
"Kalau mereka yang keislamannya lebih baik saja mengalami hal tersebut. Apalagi kalau khilafah balik lagi. Pasti perang saudara," tegasnya.
Sontak saja cuitan Gus Nadir itu pun langsung dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka yang memberikan ragam tanggapan.
Baca Juga: Ngaku Stress Dukung MU, Ganjar Pranowo Ditawarin Gus Nadir Jadi Fans Liverpool: Udah dapat 2 Piala
"Kalau kembali yang sistem khilafah lagi, yang bertikai bukan lagi partai politik, tapi kubu HTI vs FPI vs IM vs Daulah, dll," ujar akun @Chairul86**.
"Makanya baca, baca, baca, biar gak taklid buta, HTI sudah dilarang di beberapa negara. Kenapa makhluk ini masih ngotot juga," tulis akun @tok_**.
"Khilafah butuh akhlak dan aqidah rakyat yang baik sesuai alquran dan sunnah Rosullulloh. Dengan pemahaman seperti para shahabat bukan cuma simbol-simbol khilafah tapi akhlaknya masih seneng korupsi, caci maki muslim lain bahkan pemimpin," ungkap akun @Surono**.
"Lagian nabi saw tidak meninggalkan khilafah. Warisan nabi adalah Al-Quran dan hadis. Para sahabat berijtihad dan bermusyawarah menentukan kepemimpinan pasca nabi," sahut akun @bagusmus**.
"Menambahi gus, suruh baca juga kitabnya Imam Mawardi Ahkam al-sulthaniyah. Terdapat redaksi "siyasatu al-ummah mabniyatun 'ala 'qidatiha", bahwa dalam hal bentuk atau sistem negara tergantung pada konsensus atau nilai luhur negara tersebut. Selebihnya suruh baca sendiri tuman," timpal akun @Ghufron**.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026