SuaraJawaTengah.id - Tenggelamnya anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz alias Eril duka bagi keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia.
Seperti diketahui Eril tenggelam dan menghilang di Sungai Aare, Swiss sejak Kamis (26/5/2022). Proses pencarian Eril masih terus dilakukan oleh otoritas kepolisian setempat.
Nama Eril pun beberapa hari ini selalu menghiasi trending topik di twitter. Banyak dari netizen yang menunggu perkembangan pencarian Eril hingga mendoakan agar sosok pria berusia 23 tahun segera ditemukan.
Kekinian, ada seorang netizen diduga teman sekolah Eril yang membongkar fakta-fakta menarik tentang sosok putra Ridwan Kamil tersebut.
Melalui akun twitter @Septiannrs98, netizen ini mengungkapkan bahwa sosok Eril yang ia kenal merupakan pria yang bertanggungjawab.
Selain itu, Eril juga dikenal sebagai sosok yang hobi naik sepeda pulang-pergi ke sekolah. Alih-alih naik motor maupun mobil layaknya anak pejabat pada umumnya.
"Eril. Hampir 8 tahun lalu, mungkin. Ketika itu saya masih kelas X di SMA, masih ingat dalam ingatan. Untuk pertama kalinya, anak seorang walikota itu berinteraksi dengan saya. Sore hari menjelang pulang sekolah, dia meminjam sepatu saya. Untuk kegiatan kaderisasi," buka netizen tersebut.
"Saya mau pulang Ril, lama tidak? Bingung juga, karena rumah saya jauh, tidak mungkin menunggu dia sampai selesai, pasti keburu gelap. Tapi, saya tetap tunggu dia di depan perpustakaan dengan sepatu penggantinya. Sudah pukul 5 sore, saya harus pulang,"
"Dengan berat hati saya pakai sepatunya walaupun sedikit aneh karena saya tidak biasa pakai barang orang lain, apalagi dia anak pak RK," sambungnya.
Netizen ini akhirnya memilih pulang dan memakai sepatu Eril. Namun sesampainya di rumah. Netizen ini mengaku kaget lantaran Eril mau mengembalikan sepatu yang ia pinjam malam itu juga.
"Setelah pukul 7 malam saya sampai rumah, pukul 8 Eril membalas line saya, dia meminta untuk bertukar sepatu. Saya pikir, besok saja Ril, rumah saya jauh, apalagi dengan jarak rumah kamu, ujung ke ujung,"
"Tapi dia kekeuh mau sepatunya balik di hari itu juga. Eh jadi saya khawatir, saya tau dia tidak pakai sepeda motor, hanya membawa sepeda. Masa iya harus ke rumah saya, bolak balik dengan jarak rumahnya jadi 35 km bersepeda,"
"Tapi akhirnya saya mengalah, saya pun mengiyakan tapi bertemu di Metro Indah Mall," jelasnya.
Rupanya alasan Eril mengembalikan sepatu yang ia tukar dengan temannya pada malam hari itu lantaran sepatu yang Eril pakai bukan miliknya.
"Saya tau dia sudah lelah berkegiatan seharian penuh, ditambah lagi dengan kejadian ini, alasannya ternyata sepatu yang ua tukar dengan saya juga bukan sepenuhnya milik Eril? Mungkin milik saudaranya yang hanya dipinjam hari itu,"
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal
-
Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau