Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Rabu, 01 Juni 2022 | 15:13 WIB
Pemberian "Rompi Biru" menjadi simbol kolaborasi PLN dan KPK. [dok]

SuaraJawaTengah.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menuai sorotan usai memberikan rompi berwarna biru kepada salah satu BUMN PT PLN Persero.

Alasan KPK memberi rompi berwarna biru itu sebagai bentuk komitmen PLN "Anti Pakai Rompi Orange" yang biasa dipakai KPK terhadap pelaku korupsi

Penyematan dan penyerahan rompi biru tersebut dilakukan oleh Pimpinan KPK, Nurul Ghufron kepada manajemen PLN, pada Selasa 31 Mei 2022.

"PLN adalah BUMN pertama di dunia usaha yang secara aktif melawan korupsi, melakukan berbagai terobosan dalam pencegahan korupsi bersama KPK," ujar Plt Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardian.

Baca Juga: Kejagung Sita Uang Rp20 Miliar Milik Tersangka Asabri

Wawan berharap, dengan langkah PLN ini bisa mendorong para pelaku dunia usaha, khususnya perusahaan BUMN lainnya, untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional dengan tetap mengedepankan persaingan usaha yang berintegritas.

"Kami berharap komitmen direksi dan pegawai dalam rangka meningkatkan integritas dan tata kelola perusahaan yang baik terus berjalan,” paparnya.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Abdillah Toha geleng-geleng kepala dengan apa yang dilakukan KPK tersebut.

Ketimbang memberi rompi berwarna biru. Menurut Abdillah Toha sebaiknya KPK lebih fokus untuk memperbaiki sistem pengawasan maupun hukuman yang berat bagi pelaku koruptor.

"Kagum terhadap kreativitas KPK. Negeri lain tidak mampu berpikir sejauh itu. Mereka mencegah korupsi dengan memperbaiki sistem pengawasan dan menghukum berat koruptor. Kita dengan membuat rompi baru. Jenius," kata Abdillah Toha melalui akun twitternya.

Baca Juga: PLN Kucurkan Dana Rp227,75 Miliar Guna Jamin Ketersediaan Listrik Selama G20 Bali

Cuitan Abdillah Toha itu rupanya dikomentari oleh Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, K.H Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Load More