Desa Krandegan di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo dilanda banjir pada Rabu (1/6/2022). [Dok. BPBD Kabupaten Purworejo]
Anomali iklim global berupa La Nina, Indian Ocean Dipole (IOD) negatif serta Pacific Decal Oscillation (PDO) negatif menyebabkan peningkata suhu di selatan Indonesia.
Dampaknya peningkatan curah hujan selama musim kemarau, sehingga memicu banjir dan longsor. Umumnya anomali cuaca ini disebut kemarau basah.
Puncak kemarau basah diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2022. Suhu yang naik akibat kemarau disertai peningkatan intensitas IOD negatif akan meningkatkan curah hujan ekstrem.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merekomendasikan pemerintah menyiapkan langkah mitigasi bencana hidrometerologi untuk menghadapi fenomena alam tersebut.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026