SuaraJawaTengah.id - Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Kalapas Kendal, Rusdedy buka suara berkaitan dengan tewasnya seorang bocah 12 tahun di atas Kapal Dharma Kencana VII tujuan Makassar.
Korban bernama Dicky Perdana yang berusia 12 tahun meninggal dunia setelah dianiaya di atas KM Dharma Kencana 7 karena dituduh mencuri ponsel milik Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kendal.
Rusdedy pun menceritakan kejadian yang sebenarnya dan mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang keliru.
“Pertama-tama saya atas nama pribadi mengucapkan belasungkawa dan turut berdukacita serta mengutuk perbuatan penganiayaan yang dilakukan petugas keamanan kapal yang menyebabkan terduga pelaku pencurian HP meninggal dunia. Kejadiannya hari Jumat 24 Juni 2022 di atas Kapal Dharma Kencana VII tujuan Makassar,” kata Rusdedy.
Dia menceritakan, saat itu dirinya yang sedang perjalanan ke Makassar dan kehilangan telepon genggam di atas Kapal Dharma Kencana VII. HP miliknya saat kejadian sedang di-charge dan tidak ada ditempatnya saat dicari.
Rusdedy kemudian menjelaskan, setelah salat Subuh membuat laporan kehilangan di bagian informasi oleh petugas keamanan kapal kemudian ditindak lanjuti dengan membuka rekaman CCTV.
“Siang hari setelah Salat Jumat saya diundang ke bagian informasi dan diberitahu bahwa pelaku pencurian telah tertangkap. Di ruang informasi saya bertemu pelaku dan orang tuanya, saya sama sekali tidak menyentuh bahkan bertanya ke pelaku pun tidak, saya hanya bertanya ke orang tuanya, dari mana dan hendak ke mana,” imbuhnya.
Berdasarkan rekaman CCTV dan pengakuan pelaku dan orang tuanya, pelaku mengakui telah melakukan pencurian dan HP hasil curiannya telah diserahkan ke orang lain.
Rusdedy kemudian menyerahkan masalah itu sepenuhnya kepada keamanan kapal sebagai pihak yang berwenang di atas kapal.
Baca Juga: 3 Hal yang Harus Diingat oleh Orang yang Pernah Mengalami Perundungan
Saat Rusdedy kembali duduk di kursi kemudian melihat kedua orang tua yang diduga pelaku hanya duduk santai di tempatnya. Ia pun menghampiri yang bersangkutan dan mengatakan kenapa hanya duduk di sini.
“Saya bilang kasihan anaknya harus didampingi jangan ditinggal sendiri. Tapi orang tuanya malah marah dan berteriak untuk jangan ikut campur, anak itu ditindak saja, dihukum saja,” terangnya.
Beberapa lama kemudian Rusdedy melihat petugas keamanan datang bersama pelaku ke tempat orang tuanya dan menggeledah tas ibunya mencari HP curian tersebut. Sore harinya Ia kembali ke ruang informasi dan melihat pelaku dan orang tuanya.
“Saya kemudian masuk dan berbicara dengan orang tuanya bahwa saya bersedia memberikan uang atau HP yang lain bila HP saya dikembalikan, saya kemudian meninggalkan ruangan informasi. Setelah kapal sandar saya kemudian ke ruang informasi mengambil laporan kehilangan dan turun dari kapal,” terangnya.
Rusdedy menyayangkan informasi yang menyebutkan bahwa dirinya menjadi pemicu penganiayaan tersebut. Dirinya telah melakukan upaya agar orang tuanya mendampingi anaknya namun yang bersangkutan melakukan pembiaran bahkan menyuruh untuk menindak dan menghukum pelaku.
“Sebagai penumpang kapal hanya melaporkan kehilangan barang ke pihak keamanan kapal,” tegas Kalapas Kendal, Rusdedy.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup