SuaraJawaTengah.id - Pertandingan Semifinal Piala Presiden 2022 Leg pertama mempertemukan PSIS Semarang dengan Arema FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (7/7/2022).
PSIS Semarang gagal menang di depan pendukungnya sendiri. Hingga pertandingan berakhir dengan skor 0-2.
Babak pertama, PSIS Semarang tampil secara impresif dengan melancarkan serangan ke Arema FC. Namun tak ada gol tercipta.
Babak kedua Carlos Fortes harus menepi karena cidera lutut. Kehilangan penyerang andalan pun merubah permainan laskar mahesa jenar.
Menjelang akhir pertandingan, PSIS Semarang kebobolan dua gol dari Abel Issa Camara pada menit 77' dan Gian Zola menit 89'.
Pelatih PSIS Semarang Sergio Alexandre menyebut pertandingan semifinal kali ini belum selesai. Laskar mahesa jenar masih punya kesempatan di Malang.
"Ini semua perjuangan pemain, pelatih, manajemen dan suporter. Semua ini belum selesai. masih ada di leg kedua di malang," ujar Sergio usai pertandingan.
Sergio mengaku, PSIS Semarang belum menyerah dan akan membalas kekalahah di Malang.
"Semua masih terjadi di malang. Kami kurang beruntung, tapi sekali lagi, ini belum selesai," ujarnya.
Baca Juga: Target Menang, Pelatih Borneo FC Sebut Pertandingan Melawan PSS Sleman Tidak Mudah
Sergio mengaku, PSIS Semarang tampil terbuka pada laga semifinal ini. Namun, laskar mahesa jenar kurang beruntung dan kebobolan dua gol.
Sementara itu, kondisi Fortes masih menunggu dari Tim Medis. Sergio tidak akan memaksakan striker asal Portugal itu bermain jika kondisinya belum fit.
"Kondisi Fortes masih menunggu dari tim medis. Jika tidak bisa bermain, maka kami akan mencari solusi terbaik," ujar Sergio.
Arema FC Kalahkan PSIS Semarang
Pelatih Arema FC Eduardo Filipe Arroja Almeida menyatakan, laskar singo edan sempat kesulitan untuk mendapatkan bola.
Namun di babak kedua, dengan memasukan Evan Dimas dan cideranya Carlos Fortes, membuat laskar Singo Edan semakin percaya diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gita Wirjawan di UHN Tegal: Kepemimpinan Mendatang Harus Ditata Ulang, Jangan Mabuk Elektabilitas
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah