SuaraJawaTengah.id - Sejumlah desa di Kabupaten Pati terdampak banjir bandang pada Kamis (14/7/2022). Banjir tersebut terjadi usai hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah tersebut.
Warga Desa Kalidoro, Kecamatan Pati M Maulana menceritakan peristiwa bencana tersebut. Ia mengaku keluarganya tengah tidur dan dikagetkan dengan genangan air yang masuk ke rumah.
"Hujan deras dari jam 12.30 malam, jam 4an air masuk ke rumah, masih pada tidur, bangun-bangun kaget," ujarnya saat dihubungi dari Semarang, Jumat (15/7/2022).
Ia menyebutkan, tak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di rumah. Namun, tak ada korban jiwa pada bencana tersebut.
"Elektronik aman, kursi-kursi, sofa kelelem, kulkas bisa terbalik. Korban jiwa ora ono (tidak ada), cuma ini pada gatel-gatel kena lumpur," ujarnya.
Maulana menyebut, bencana serupa pernah terjadi pada delapan tahun silam. Meski, tanggul sungai sudah dinaikan, tetap saja banjir bandang kembali terjadi.
"Delapan tahun lalu banjir seperti ini. Tepat sewindu. Sebenarnya tanggul kalidoro sudah dinaikan, tapi kok tetap bisa banjir," jelasnya.
Diketahui, dari data yang dihimpun Suarajawatengah.id, ada sekitar 22 desa yang terdampak banjir di Pati. Ke-22 desa itu antara lain Desa Bulumanis Kidul, Tanjungrejo, Kajen, dan Desa Cebolek di Kecamatan Magoyoso.
Kemudian Desa Karangwage di Kecamatan Trangkil, Desa Margorejo, Tawangharjo, Jontro, Ngurensiti, dan Ngurenrejo di Kecamatan Wedarijaksa. Selanjutnya Desa Sidokerto, Getakan, Sidoharjo, Ngipik, Kalidoro, Dengkek, Sugiharjo, Widorokandang, Semampir, Mulyoharjo, dan Sinoman di Kecamatan Pati.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengirimkan tim gabungan dari berbagai sektor untuk membantu penanganan banjir di Kabupaten Pati dan sekitarnya.
"Mereka sudah ada di lapangan, PUPR sudah turun, BBWS saya minta turun, dan hari ini kami koordinasi. Pak bupati, BPBD juga sudah respons, PMI sudah turun juga di sana," kata Ganjar saat melakukan kunjungan kerja di Kota Surakarta, Kamis (14/7/2022).
Orang nomor satu di Pemprov Jateng itu mengimbau tim gabungan dan para sukarelawan agar segera mengevakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah titik di Kabupaten Pati.
Ganjar juga meminta agar tanggul darurat yang jebol di Sungai Sat segera diperbaiki agar banjir tidak meluas.
"Maka yang penting tolong orangnya, tapi segera perbaiki tanggul yang jebol," ujar politikus PDI Perjuangan itu.
Banjir bandang yang terjadi pada Kamis (14/7) dini hari di Kabupaten Pati mengakibatkan puluhan rumah warga hanyut terbawa arus banjir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya