SuaraJawaTengah.id - Penemuan potongan tubuh manusia diduga korban mutilasi di aliran sungai di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Minggu (24/7/2022) menggegerkan warga. Korban dan pelaku yang sudah berhasil ditangkap diketahui merupakan warga Kabupaten Tegal.
Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, identitas korban adalah Kholidatunni'mah (24). Sedangkan pelaku, yakni Imam Sobari (32). Keduanya warga Desa Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.
Hal itu dibenarkan oleh ayah korban, Aswirto (45). "Benar, korban adalah anak saya. Kalau pelaku tetangga. Pelaku sudah ditangkap di Polres (Semarang), Ungaran," ujarnya saat dihubungi, Senin (25/7/2022).
Aswirto mengatakan, pihaknya mengetahui anaknya menjadi korban pembunuhan sadis setelah potongan bagian tubuhnya ditemukan warga di aliran sungai di Kabupaten Ungaran, Minggu (24/7/2022) sekitar pukul 06.30 WIB. Kurang dari 24 jam kemudian, pelaku berhasil ditangkap.
"Setelah pelaku tertangkap, baru bagian-bagian tubuh lainnya ditemukan," ujarnya.
Aswirto mengungkapkan, anaknya di Ungaran, Kabupaten Semarang bekerja di sebuah pabrik. Sedangkan pelaku merupakan pengangguran dan belum lama keluar dari penjara.
"Anak saya sudah menikah. Suaminya kerja di Taiwan. Kalau pelaku baru keluar penjara setahun," kata dia.
Aswirto menengarai pelaku membunuh anaknya karena dendam. Dia menyebut sebelumnya sang anak pernah berpacaran dengan pelaku saat masih SMA.
Saat keduanya masih berpacaran, terdapat satu permasalahan yang tak bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Permasalahan itu membuat Aswirto melaporkan pelaku ke polisi hingga akhirnya pelaku ditangkap dan menjalani hukuman di penjara selama enam tahun.
Baca Juga: Waduh! Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Desa Kalongan Kabupaten Semarang, Ini Penjelasan Polisi
"Awalnya pacaran, waktu anak saya belum menikah. Kemudian ada masalah, saya minta pelaku bertanggung jawab nggak mau. Rembukan keluarga tidak ketemu solusinya. Akhirnya saya laporkan, dan masuk penjara. Kemungkinan minta bersambung (hubungan)ref lagi, kemungkinan, tapi anak saya sudah punya suami," ujarnya.
Aswirto tak menyangka pelaku tega membunuh dan memutilasi anaknya selepas keluar dari penjara. Dia meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Saya baik sama dia (pelaku). Kalau main, saya kasih apa gitu, namanya juga tamu. Tapi malah begitu (membunuh anaknya)," tuturnya.
Menurut Aswirto, saat ini pihaknya masih menunggu pemulangan jenazah korban ke Kabupaten Tegal. "Jenazah masih di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, belum dibawa ke Tegal," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, potongan tubuh manusia ditemukan warga di sekitar aliran Sungai Kretek, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Minggu (24/7/2022). Potongan tubuh yan ditemukan antara lain dua tangan. Polisi menyebut potongan tubuh itu diduga kornan mutilasi.
Potongan bagian tubuh manusia kembali ditemukan di sekitar sungai di desa yang sama. Beberapa potongan tubuh yang ditemukan termasuk bagian kepala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun