SuaraJawaTengah.id - Dokter spesialis anak dan konselor laktasi dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI mengimbau agar ibu tak perlu khawatir jika ASI tak keluar atau keluar sangat sedikit sesaat setelah persalinan, terutama bagi ibu yang melahirkan anak pertama.
"Itu bukan berarti tidak ada, di dalam sudah ada (ASI). Kalau di ASI itu ada sistem, apabila seorang ibu pernah menyusui, di payudaranya ada sel memori. Apabila nanti ibu hamil lagi, sel memori sudah lebih cepat bekerja," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu dikutip dari ANTARA, Selasa (2/8/2022).
Biasanya sebagian ibu masih berpikir bahwa ASI pertama harus keluar secara menetes dari payudara. Padahal, setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Jika melahirkan anak pertama, ibu membutuhkan waktu dan perangsangan hingga akhirnya keluar dalam jumlah melimpah beberapa hari setelah melahirkan.
"Kalau ini anak pertama, menetes-netes itu nanti. Ibaratnya tempat harus penuh dulu, baru ASI menetes-netes. Kalau ini anak kedua atau ketiga, sudah ada sel memori di payudara, sehingga pada hari ketiga atau keempat sering kali ASI sudah menetes," terang Jeanne-Roos.
Ia mengatakan ibu tak perlu cemas dihantui pertanyaan apakah ASI-nya belum diproduksi. Lebih lanjut, Jeanne-Roos menjelaskan sebetulnya ASI sudah diproduksi sejak masa kehamilan empat bulan atau 16 minggu. Namun, produksi ASI tidak akan bertambah pada saat kehamilan banyak karena hormon yang dibutuhkan beralih untuk mendukung pertumbuhan janin.
Apabila ASI tak keluar atau keluar hanya sedikit, Jeanne-Roos menyarankan agar ibu bersabar dan melakukan rangsangan dengan cara tetap menyusui bayi walau merasa ASI-nya belum keluar. Ia mengatakan dua kunci utama untuk meningkatkan produksi ASI yaitu keluarkan ASI secara rutin dengan cara menyusui langsung serta memompa payudara.
"Usahakan memompa 30 menit. Kenapa? Karena memompa itu tujuannya merangsang payudara. Kalau ada isi, maka akan keluar. Kalau bayi menyusu ke ibu, diamkan 30 menit. Bayi minum dari ibu dan selanjutnya dia memberi perangsangan pada payudara ibu. Inilah yang akan membuat produksi ASI akan bertambah," katanya.
Jeanne-Roos juga mengimbau agar orang tua tidak terburu-buru memutuskan untuk memberikan susu formula jika ASI tak keluar atau keluar hanya sedikit sebab ASI yang akan keluar dari hari ke hari sudah sesuai dengan kecukupan asupan yang dibutuhkan bayi.
Pada hari pertama kelahiran, misalnya, lambung bayi hanya berukuran sebesar kelereng bahkan masih kaku sehingga bayi akan muntah jika diberi minum dalam volume banyak. Pada hari pertama, kata Jeanne-Roos, bayi memang membutuhkan asupan yang sedikit setidaknya 5-7 ml.
Baca Juga: Ria Ricis Alami Nyeri Saat Menyusui Baby R, Berapa Lama Bisa Sembuh?
Selain faktor kecukupan asupan, susu formula tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi setelah masa kelahiran mengingat terdapat kandungan tertentu yang tidak bisa didapatkan jika dibandingkan dengan kandungan ASI.
"Yang paling mungkin tidak ada di susu formula adalah faktor imunnya. Lemak, protein, vitamin, dan mineral di susu formula ada. Tapi yang tidak bisa ditambahkan adalah antibodi," katanya.
Jeanne-Roos juga mengingatkan agar ibu senantiasa memeriksa dua hal penting jika bayi sudah cukup mendapatkan asupan, yaitu dilihat dari frekuensi buang air kecil bayi dan kenaikan berat badan setiap bulan sesuai target.
"Kalau bayi dengan sendirinya akan melepaskan (berhenti menyusu), belum tentu (merasa cukup asupannya), mungkin saja alirannya deras sehingga dia akan melepas. Kemudian jika bayinya lelap dan tenang tidur, mungkin dia kelelahan. Itu bukan tanda pasti. Tanda yang pasti hanya dua (frekuensi buang air kecil dan kenaikan berat badan)," kata Jeanne-Roos.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan
-
Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja
-
Jangan Gampang Kepincut! Pesan Penting Ning Nawal untuk Ibu-Ibu Hadapi Jebakan Pinjol dan Judol
-
KAI Hentikan Pembongkaran Eks Stasiun Banjarnegara, Janji Kembalikan Pintu seperti Semula
-
Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026