Tak hanya menjelaskan itu, ia menjelaskan mengenai tugas KRI Spica yang dilengkapi fitur AUV. Di mana tugas utama KRI Spica adalah pemetaan bawah laut.
"Dari 2015 KRI Spica telah melaksanakan berbagai misi dari pemetaan dasar lau, survei hingga misi pencarian. Seperti pencarian black box pesawat Lion Air di Laut Jawa beberapa waktu lalu, ekspedisi Jala Citra 2021 Aurora, dengan hasil penemuan beberapa gunung bawah laut Halmahera. Lalu sejumlah misi survei untuk memastikan keselamatan jasa navigasi laut," terangnya.
Letkol Laut (P) Indragiri juga menceritakan nama Spica diambil dari dari nama bintang yang paling terang pada rasi bintang Virgo, yaitu Spica.
Tak berhenti dengan penuturannya, ia mengajak lebih dalam membahas mengenai persenjataan yang ada pada KRI Spica.
Bahkan Kolonel Laut (P) Indragiri mengajak ke anjungan atas tempat sejumlah senapan berat terpasang.
Di anjungan atas bagian kanan dan kiri, terdapat senapan mesin berat yang disiagakan untuk menembak musuh.
"Kapal ini dipersenjatai dua senapan mesin berat berkaliber 12,7 milimeter, jangkauan senjata ini bisa menembus jarak 500 meter yang sangat efektif untuk serangan permukaan," jelasnya.
Kapal yang memiliki panjang 60 meter dengan lebar 11,3 meter, dan bisa mengangjut 47 awak itu, menjadi kapal Indonesia dengan tugas utama hidro oseanografi.
Masih di atas anjungan, Letkol Laut (P) Indragiri juga menunjukkan meriam besar yang terpasang di anjungan depan.
Baca Juga: KRI Dewaruci dan Laskar Rempah Diharapkan Jadi Penggerak Pemajuan Kebudayaan Indonesia
Menurutnya, meriam tersebut memiliki jangkauan pada jarak 3 kilometer dengan sistem automatis dan manual yang sangat efektif menembak sasaran.
"Senjata ini adalah meriam rheinmetall berkaliber 20 milimeter, hanya terpasang satu di depan," terang Letkol Laut (P) Indragiri.
Ia mengatakan sistem radar pada KRI Spica sudah ditunjang dengan perangkat single beam echo sounder jenis Kongsbergs EA600 dan multibeam systems EM2040 serta EM302.
"Kapal ini bisa menjelajah jarak 4.400 nautical mile pada kecepatan 12 knots, dan mampu menghadapi gelombang laut sampai level sea state six," Imbuhnya.
Di atas kapal Kolonel Laut (P) Indragiri, menambahkan KRI Spica ditenagai dua mesin diesel 8V 4000 M53 untuk dua propeller, kapal ini bisa melaju hingga kecepatan maksimum 14 knots.
"KRI Spica juga bisa menjelajah selama 20 hari tanpa berhenti dalam menjalankan berbagai tugas," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat