SuaraJawaTengah.id - Maskapai Wings Air jenis ATR 72-600 secara resmi telah beroperasi dari Bandara Pondok Cabe Tangerang menuju Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga PP per Jumat (5/8/2022).
Secara komersial Bandara JB Soedirman Purbalingga baru dioperasikan pada tahun ini setelah vakum cukup lama.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi merasa bersyukur karena bandara telah beroperasi kembali. Hal ini mengingat kasus covid-19 yang sudah melandai.
"Melalui kesempatan kali ini, kami Pemkab Purbalingga sangat berbangga. Hari ini, hari yang kami tunggu. Seperti yang diketahui pada tahun 2021 bandara ini diresmikan oleh Bapak Presiden. Tapi tidak lama kemudian pandemi covid kembali melanda dan membuat minat masyarakat bepergian berkurang," katanya kepada wartawan di lokasi, Jumat (5/8/2022).
Faktor yang membuat Bandara JB Soedirman vakum juga dikarenakan Bandara Halim Perdanakusuma tengah direvitalisasi untuk persiapan G20.
Sementara rute penerbangan yang sebelumnya oleh maskapai Citilink dari bandara tersebut.
Padahal sebelumnya, berdasarkan data penumpang, pada awal pembukaan bandara okupansinya cukup bagus. Mencapai 69-75 persen dari dan menuju Purbalingga.
"Seperti kita ketahui penerbangan sempat terhenti beberapa bulan karena bandara Halim Perdanakusuma tengah direvitalisasi untuk persiapan G20. Harapan kami sebenarnya saat momentum lebaran. Tapi kami sadar betul prosesnya sangat panjang," terangnya.
Pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah agar okupansi penumpang maskapai bisa maksimal. Tentunya untuk memajukan perekonomian baik dari sektor industri maupun pariwisata.
Baca Juga: Bandara Pondok Cabe Tangsel Layani Penerbangan Komersil Mulai 5 Agustus
"Yang pertama tentu saja sosialisasi secara masif. Nanti kita akan merekrut influenser untuk mempromosikan penerbangan dan tempat wisata," jelasnya.
Adapun langkah yang kedua, Tiwi akan mengagendakan event pariwisata yang terintegrasi dengan kabupaten tetangga melalui Bandara JB Soedirman untuk mengundang turis dari luar kota terutama Jakarta dan Surabaya.
"Kemudian yang ketiga kita akan membentuk market tapi butuh waktu. Kami dijajaran pemerintah menginstruksikan juga di jajaran OPD untuk bagaimana bisa bareng-bareng memanfaatkan ini, seperti ada perjalanan dinas ke Jakarta ya berangkatnya pakai pesawat," tuturnya.
Tiwi mengaku sudah memploting anggaran untuk perjalanan menggunakan pesawat jika ada kegiatan ke Jakarta. Namun ia tidak merinci jumlah anggaran tersebut.
"Anggarannya tersebar di beberapa OPD yang pasti masing-masing OPD sudah kita plot anggarannya kalau yang biasanya lewat darat pakai mobil lah ini kita tambahkan untuk menggunakan pesawat terbang," ungkapnya.
Selain itu, menurut Tiwi Jateng selatan mempunyai berbagai pilihan potensi pariwisata. Salah satu unggulannya di Kabupaten Banyumas terdapat Baturraden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026
-
Kirab 1 Suro Terancam Pecah Dua, Wali Kota Solo Didesak Akhiri Dualisme Keraton
-
Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Bhimasena Power Indonesia Siapkan 30 Ribu Bibit Mangrove
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Lahan Kritis Harus Libatkan Masyarakat