SuaraJawaTengah.id - Kontingen para angkat berat Indonesia sukses melampaui target enam medali emas yang dicanangkan dalam ASEAN Para Games 2022.
Tak tanggung-tanggung, Ni Nengah Widiasih dkk. sukses memborong 18 medali emas dan tiga medali perak pada edisi kali ini. Moncernya penampilan Merah Putih tak lepas dari penampilan luar biasa sejumlah lifter debutan.
Indonesia memang mengambil keputusan berani dengan membawa atlet yang belum punya pengalaman internasional.
Mereka adalah Eneng Paridah (kelas 41 kg putri), Abdul Hadi (kelas 49 kg putra), Shebrioni (kelas 67 kg putri), Tambi Sibarani (kelas 80 kg putra) dan Andika Eka (kelas 88 kg). Para lifter debutan tersebut total menyumbangkan lima emas dan lima perak.
Capaian terbaik diraih Eneng dan Shebrioni yang masing-masing menyumbang dua emas. Adapun Tambi Sibarani yang turun pada hari terakhir, Jumat (5/8/2022), sukses mempersembahkan satu emas dan satu perak, sedangkan Andika menyumbangkan dua perak. Sementara Abdul Hadi mampu menorehkan dua perak pada hari kedua perebutan medali.
Koordinator pelatih pelatnas paraangkat berat Indonesia, Coni Ruswanto, mengatakan para lifter debutan sejatinya hanya ditargetkan perak dan perunggu di ajang APG perdananya.
Namun dia mengapresiasi seluruh lifter debutan justru mampu melebihi ekspektasi. Hal itu membuat Indonesia mampu melampaui target enam medali emas.
“Dengan aturan baru (tiap kelas memperebutkan dua emas), target emas Indonesia praktis menjadi 12 emas. Namun target anyar itu ternyata juga masih jauh terlampaui, salah satunya karena banyak lifter debutan yang melebihi ekspektasi,” ujarnya saat ditemui INASPOC di Hotel Solo Paragon, Jumat (5/8/2022).
Pihaknya mengaku sudah memantau potensi Eneng Paridah dkk. sejak lama. Tim pelatih semakin yakin setelah melihat mereka meraih prestasi terbaik di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021 Papua.
Baca Juga: CdM Pastikan Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games 2022
Coni menilai mereka tak sekadar mampu meraih emas, tapi mampu mendekati standar APG dengan limit angkatannya.
“Kadang ada yang nanya, kok atlet juara Peparnas lain tidak dipanggil ke APG? Kami tidak sekadar mempertimbangkan juaranya, tapi kemampuannya mendekati level angkatan di APG,” kata dia.
Sementara itu, Tambi Sibarani bersyukur bisa meraih satu emas dan satu perak di kelas 80 kg. Dia unggul di angkatan terbaik (173 kg), sedikit di atas Bryan Junency Gustin (Malaysia) yang mencatat 170 kg.
Namun Bryan giliran mengungguli Tambi di akumulasi angkatan dengan 498 kg berbanding 495 kg. “Terharu, event internasional pertama langsung dapat satu emas dan satu perak,” ujar Tambi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan